Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERIKSAAN rapid test secara massal semakin digencarkan secara masif di berbagai daerah di Jawa Tengah. Semakin banyak ditemukan warga terpapar covid-19 sehingga dan tindakan tegaspun diambil untuk memutuskan mata rantai virus korona.
Pemantauan Media Indobesia Jumat (29/5) gerakan menuju era normal baru (new normal) semakin menguatkan daerah di Jawa Tengah untuk lakukan rapid test secara massal. Tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi warga seperti pasar tradisional, pasar modern, perkantoran, terminal menjadi sasaran untuk dilakukan pemeriksaan.
Di berbagai daerah seperti Kabupaten/Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Blora, Grobogan dan Salatiga gerakan pemeriksaan rapid test massal semakin masif dilakukan oleh Tim Gugus Pencegahan Covid-19 di masing-masing daerah.
Hasil pemeriksaan massal yang dilangsungkan di berbagai daerah tersebut puluhan warga diketahui terpapar covid-19, bahkan dalam pemeriksaan lanjutan melalui swab test positif korona. Hal itu semakin menambah daftar jumlah kasus korona yang ada di Jawa Tengah.
Rapid test massal di enam pasar di Kabupaten Pekalongan terjaring puluhan warga reaktif covid, demikian juga di Kota Pekalongan, Kendal, Semarang, Blora, Jepara juga ditemukan hal yang sama puluhan warga terpapar. Bahkan sebuah pasar perbelanjaan modern di Kota Pekalongan ditutup karena ditemukan 10 orang diketahui positif covid-19.
"Sesuai SK Wali Kota Pekalongan nomor 443.1/027 tanggal 28 Mei 2020 pasar midern ini ditutup karena terbukti 10 orang yakni 3 orang karyawan dan 7 orang pengunjung positif covid-19," kata Kepala Satpol PP Kota Pekalongan Sri Budi Santoso.
Baca juga: Status PSBB di Jatinangor Diperpanjang, Mal tidak Buka
Bupati Blora Djoko Nugroho secara terpisah kepada Media Indonesia mengatakan menuju era normal baru pemeriksaan massal secara rapid test terus digencarkan, pada hari pertama di Pasar Wulung 2 orang reaktif dan Pasar Ngawen 4 orang yang reaktif covid-19, sehingga langsung dilakukan penanganan lanjutan.
"Selain dilakukan karantina terhadap warga yang dijetahui reaktif covid-19, pemeriksaan dilanjutkan dengan swab test untuk memastikannya," ujar Djoko Nugroho di sela-sela pemantauan kangsung pelaksanaan rapid test di Kecamatan Randublatung, Blora.
Kondisi serupa juga terjadi di Batang, hasil eapud test massal di Pasar Blado terungkap 3 orang pisitif covid-19 yakni dua orang merupakan pedagang dan satu orang kuli di Pasar Induk Jakarta.
"Ketiganya berkatagori orang tanpa gejala (OTG) saat ini kita isolasi dan jalani perawatan di RSUD Kalisari Batang," kata Bupati Batang Wihaji.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan hasil pelacakan yang dilakukan setelah 21 orang ditemukan positif covid di Pasar Kobong bertambah menjadi 28 orang. Penambahan itu karenai salah satu pedagang asal Pedurungan, Kota Semarang yang positif korona itu tidak hanya menulari istri dan anaknya saja, tetapi juga menulari tetangganya.
Melihat peristiwa itu, demikian Hendra Prihadi, pemeriksaan rapid test massal semakin digencarkan secara masif. Hasilnya di beberapa pasar lain seperti Pasar Peterongan dan Pasar Karangayu Kota Semarang juga ditemukan pedagang dan pengunjung yang reaktif covid.
"Semua pusat kegiatan warga akan kita periksa," imbuhnya. (A-2)
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved