Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANITIA Khusus DPRD Sumatera Utara meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk yang tunai untuk menekan potensi penyimpangan pembelian dan distribusi paket sembako kepada masyarakat.
Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan penanganan pandemi korona, bersama dengan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut. "Kami menekankan tiga aspek yang perlu diperbaiki GTPP Covid-19 Sumut. Yakni aspek kesehatan, sosial dan ekonomi," ujarnya, Rabu (27/5).
Lebih rinci, salah satu persoalan yang diminta dewan untuk diperbaiki GTPP adalah soal penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Jaring Pengaman Sosial (JPS). Pansus meminta GTPP Covid-19 Sumut untuk menjalan satu opsi saja dalam penyaluran Bansos JPS, yaitu dengan pemberian uang tunai pada masyarakat.
Sebelumnya, GTPP membuka dua opsi kepada 33 pemerintah kabupaten dan kota di provinsinya terkait penyaluran Bansos JPS, yakni ditransfer secara tunai atau dengan pemberian paket sembako. Namun sasaran Kedua opsi tersebut sama, yakni kepada masyarakat pra-sejahtera yang tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Terdapat 13 kabupaten dan kota yang memilih ditransfer uang tunai dan 20 daerah lainnya yang menginginkan bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako dari GTPP. Namun dalam realisasinya sejumlah anggota DPRD Sumut menemukan di lapangan adanya kekurangan volume beberapa jenis bahan pokok dalam paket bantuan, seperti yang ditemukan di Kabupaten Simalungun.
Ini salah satu alasan mengapa DPRD Sumut, melalui Pansus Covid-19, meminta GTPP hanya menggunakan satu opsi dalam pemberian Bansos JPS kepada masyarakat, yakni dengan transfer uang tunai.
Pansus juga meminta untuk dilibatkan dan diberikan jadwal penyaluran oleh GTPP. Selain itu, GTPP juga diminta untuk memvalidasi kembali DTKS. (R-1)
Perusahaan ritel The Harvest menutup rangkaian program sosial Ramadan bertajuk Let Eid Be The Light pada 31 Maret 2026 dengan capaian penyaluran 800 paket sedekah untuk anak-anak yatim.
Inisiatif sosial yang melibatkan anak-anak dinilai tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga berperan penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta harapan.
Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Bank Mandiri menyalurkan sebanyak 2.000 paket sembako.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Asosiasi industri hilir sawit mengajak masyarakat untuk lebih mengenal manfaat kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved