Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kalsel Buat Pasar Percontohan dengan Protokol Kesehatan

Denny Susanto
26/5/2020 15:30
Kalsel Buat Pasar Percontohan dengan Protokol Kesehatan
Aktivitas jual beli di Pasar Pagi Bauntung Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (10/5/2020)(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Provinsi Kalimantan Selatan akan membuat pasar percontohan penerapan protokol kesehatan dalam upaya memerangi pandemi virus korona. Pasar menjadi sumber utama penularan virus korona di Kalsel.

Hal ini disampaikan Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Abdul Haris Makkie, di sela-sela rapat evaluasi PSBB dan penanganan virus korona di Banjarmasin.

"Kita akan membuat pasar percontohan yang menerapkan protokol kesehatan. Kita tahu penyebaran virus korona tertinggi terjadi di kawasan pasar," kata Abdul Haris, Selasa (26/5).

Menurut Haris, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemko Banjarmasin terkait penetapan pasar percontohan tersebut. Namun secara keseluruhan gugus tugas akan melakukan sterilisasi kawasan pasar dengan penyemprotan disinfektan secara berkala dan penyediaan APD bagi petugas pasar.

"Kita tidak ingin muncul klaster baru atau semakin meningkatnya jumlah warga terpapar virus korona. Karena itu nantinya pasar percontohan akan dilengkapi sarana memadai sesuai protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan pelindung wajah, cuci tangan dan hand sanitizer dan lainnya," ujarnya.

Baca juga: Gugus Tugas Kalsel Evaluasi PSBB dan Penanganan Covid -19

Selain itu kegiatan penelusuran (tracking dan tracing) akan semakin dimasifkan. Gugus Tugas Kalsel menargetkan pandemi virus korona akan mereda pada Agustus.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 Banjarmasin, Machli Riyadi, mengatakan sejauh ini jumlah warga Banjarmasin yang positif terpapar virus korona sudah mencapai 223 orang dan 55 orang meninggal dunia.

"Di Banjarmasin ada lima klaster penyebaran virus korona dan terbesar adalah pasar, sehingga harus diwaspadai," tuturnya sembari mengatakan diperkirakan ada ratusan warga lainnya yang terduga positif dan OTG belum tertangani.

Kepala Bidang Pasar Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar, mengatakan di Banjarmasin ada sekitar 90 pasar dan hanya 29 pasar yang dikelola pemerintah kota.

"Ada sekitar 7.000 orang pedagang pasar sedangkan jumlah petugas hanya 14 orang," ucapnya.

Tezar juga mengatakan selama ini pihaknya belum didukung anggaran memadai termasuk ketiadaan APD sehingga membuat upaya penanganan virus korona di kawasan pasar terkendala. Bahkan saat ini ada empat orang petugas pasar reaktif saat rapid test dan satu orang positif terjangkit virus korona.(OL-5)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya