Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait di berbagai daerah wilayah pantura, Jawa Tengah, memperketat penyekatan jalan guna menutup ruang bagi pemudik.
Upaya pencegatan kian masif dilakukan di beberapa daerah di pantura seperti Semarang dan Pekalongan. Penyekatan oleh tim gabungan tidak hanya di jalur utama dan pintu keluar tol, tetapi hingga di jalur alternatif dan jalan tikus yang memungkinkan pemudik melintas.
Tim gabungan dari kepolisian seperti Satuan Lalu Lintas, Brigader Mobil (Brimob), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait hingga dini hari melakukan pemeriksaan secara ketat setiap kendaraan baik roda dua, roda empat maupun angkutan umum yang diperkirakan membawa pemudik.
Kendaraan yang diketahui membawa pemudik memang tidak mendapat sanksi seperti penilangan atau penahanan. Namun, usai diperiksa kesehatan sopir dan para penumpang, petugas langsung memerintahkan kembali ke daerah keberangkatan.
"Kita lakukan pengetatan untuk menekan angka pemudik pulang ke kampung halaman guna mencegah penyebaran covid-19," kata Kepala Unit Regident Satuan Lalulintas Polres Pekalongan Kota Inspektur Dua Slamet Mudjiono di ruas jalan alternatif Sepacar, Kota Pekalongan.
Baca juga: Pemudik Asal Bali Padati Pelabuhan Ketapang
Pemudik yang nekat masuk, lanjutnya, langsung dihentikan dan diperiksa petugas dari dinas kesehatan dan kepolisian.
"Dalam sehari kita lakukan tiga kali penyekatan di jalur tikus dengan sasaran kendaraan luar kota dan pemudik gelap," imbuhnya.
Hal serupa juga dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, dan beberapa dinas Pemerintah Kota Semarang, pengetatan penyekatan tidak hanya di jalan utama perbatasan antardaerah, tetapi juga jalur alternatif yang dimungkinkan menjadi jalan tikus bagi para pemudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan selain pintu gerbang kota di jalur utama, penyekatan juga dilakukan di jalur alternatif sebagai antisipasi adanya rembesan pemudik melalui jalur tikus seperti ruas Jalan Cangkiran-Gunungpati.
Ruas jalur alternatif itu, ujar Endro, adalah jalur yang dapat dilintasi pemudik dari arah barat (Jakarta) melalui Sukorejo, Boja, Cangkiran (Kendal), Gunungpati (Kota Semarang) hingga keluar di Ungaran (Kabupaten Semarang).
"Sejauh ini belum terlihat kendaraan pemudik melintas di jalur itu, namun petugas gabungan tetap waspada dan menggelar penyekatan di pos pantau Sisemut yang merupakan perbatasan Kota dan Kabupaten Semarang," pungkas Endro.(OL-5)
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
AKTIVITAS perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur, mengalami lonjakan signifikan pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved