Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUK daging beku di pasar modern kini menjadi pilihan masyarakat Kota Palembang karena harga jualnya lebih murah jika dibandingkan daging segar dengan selisih sekitar Rp20.000 per kilogram.
Jika harga daging sapi segar di pasar tradisional rata-rata Rp130.000 per kilogram, maka harga daging sapi beku hanya Rp110.000 per kilogram. “Saya sudah dua tahun terakhir ini beli daging beku terus, karena harga lebih murah,” kata Aminah, salah seorang pembeli di salah satu gerai daging beku Pasar Perumnas Palembang, Kamis (7/5).
Produk daging beku yang ditawarkan toko itu cukup beragam, mulai dari daging sapi, daging kerbau, daging ayam dan daging bebek. Harga daging beku yang ditawarkan pun relatif lebih murah dengan harga daging segar yang dijual di pasar tradisional.
Namun, pembeli juga mesti piawai, saat harga ayam jatuh di kisaran Rp20.000 per kilogram di pasar tradisional, justru di pasar modern masih stabil pada harga Rp25.000 per kilogram.
Lain lagi dengan Soleha lebih suka membeli daging segar karena bisa langsung diolah. “Memang lebih mahal, tapi bisa langsung dimasak. Kalau daging beku, meski dicairkan dulu, paling tidak beberapa jam. Tapi, di tengah Covid-19 ini, saya juga tertarik beli daging beku, karena murah, saat ini keuangan lagi sulit,” kata Soleha.
Taufik, pedagang daging segar di Pasar Perumnas Palembang, mengatakan harga daging sapi segar relatif stabil sejak sebelum Ramadan, yakni Rp130.000 per kilogram. Ia tak menyangkal sejak merebaknya penyebaran virus korona mengalami penurunan omzet hingga 20 persen. “Biasanya, saat Ramadhan banyak yang beli. Tapi sekarang beda, pasar lagi lesu, sepi,” kata dia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Endang Triwahyuningsih mengatakan pemerintah terus menyosialisasikan ke masyarakat mengenai penggunaan daging beku sebagai upaya untuk menekan inflasi.
Biasanya, harga daging sapi segar akan melonjak hingga Rp140.000 per kilogram karena tingginya permintaan menjelang Lebaran. Tapi, jika masyarakat ada alternatif lain maka harga akan turun atau setidaknya stabil di kisaran Rp130.000 per kilogram. “Sebenarnya ini masalah kebiasaan saja, coba jika makan di restoran dan hotel, pasti yang digunakan daging beku,” kata dia. (OL-12)
Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) meminta pemerintah tidak hanya mengawasi perdagangan daging sapi, tetapi juga daging kerbau impor yang beredar di pasar.
Harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta Selatan dilaporkan relatif stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Menjelang bulan Ramadhan, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Lonjakan harga terjadi setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved