Senin 04 Mei 2020, 23:45 WIB

Bupati Gowa Pantau Langsung Penerapan PSBB

Lina Herlina | Nusantara
Bupati Gowa Pantau Langsung Penerapan PSBB

MI/LIna Herlina
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Senin (4/5) ikut memantau pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

 

BUPATI Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Senin (4/5) ikut memantau  pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di batas Kota
Makassar dan Gowa, tepatnya di Jalan Letjen Hertasning. Bupati berharap semua pihak mendukung PSBB itu.

Adnan mengaku, jika kebijakannya memberlakukan PSBB menuai pro dan  kontra. "Ada yang senang ada yang tidak, lantaran hal ini mengubah pola kebiasaan. Warga yang tadinya terbiasa bebas, menjadi tidak bebaskarena harus dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Bagi Adnan, PSBB ini untuk kepentingan bersama, bukan hanya untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Gowa. Ia menegaskn Pemkab Gowa ingin rantai penularan Covid-19 di wilayah kabupaten Gowa dan sekitarnya terputus.

"Di Kabupaten Gowa dalam tiga hari terakhir, mengalami peningkatan ODP (orang dalam pemantauan) yang cukup tinggi mencapai angka 400 kasus, PDP (pasien dalam pengawasan) sudah 300 lebih, yang positif dalam 3 hari dari 29 naik menjadi 38," ungkap Adnan

Karenanya, tegas Adnan, PSBB harus menjadi perhatian yang serius. "Ada kerinduan untuk bisa berkumpul, berbuka puasa bersama keluarga dan sahabat. Kerinduan untuk berkumpul salat tarawih berjamaah, kerinduan untuk berlebaran, berkumpul bersama sahabat, tidak akan mungkin dilaksanakan kalau korona terus berada di wilayah Kabupaten Gowa," urainya.

Salah satu cara untuk memutus rantai penularan Covid-19, adalah pemberlakuan PSBB. "Saya berharap kerja sama dari semua pihak, pengertian dari semua pihak berkaitan dengan pelaksanaan PSBB yang kita lakukan mulai hari ini," tegasnya.

Mengenai pendistribusian bantuan selama PSBB, Adnan mengatakan, semua masih terus berproses. Pihaknya dibantu oleh pihak TNI dan Polri melakukan pendistribusian itu. Hanya saja, di beberapa desa banyak kejadian warga yang protes karena tidak mendapatkan sembako.

Adnan menjelaskan bahwa bantuan bukan hanya berupa sembako. Ada beberapa jenis bantuan, seperti BPNT, PKH, ada sembako Covid dari Kementerian Sosial, BLT, dan sembako dari Pemkab Gowa serta sembako dari provinsi.

"Kalau yang sudah dapat salah satu dari itu, tidak lagi mendapat  sembako. Supaya pembagiannya merata. Rata-rata yang kita temukan, dia sudah dapat PKH, BPNT tapi dia juga mau sembako. Kalau semua dobel penerimaannya, tidak akan mungkin tersalurkan, tidak mungkin semua bisa mendapatkan," papar Adnan. (R-1)

 

Baca Juga

DOK MI

Kasus DBD Mengalami Lonjakan di Kota Pariaman

👤Yose Hendra 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:02 WIB
KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pariaman, Sumatera Barat mengalami...
DOK MI

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Aktifkan Kembali Lokasi Isoter

👤Ruta Suryana 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:59 WIB
SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten  Buleleng, Bali kembali mengaktifkan tempat isolasi terpusat (isoter), mulai Kamis...
MI/Ardi.

PKL di Teras Malioboro Bebas Retribusi selama Setahun

👤Ardi Teristi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:55 WIB
Selain Teras Malioboro 1 di seberang Pasar Beringharjo, PKL Malioboro juga direlokasi di samping Gedung DPRD...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya