Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 226.526 pelaku usaha perikanan dan kelautan di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam kehilangan sumber pendapatan akibat pandemik korona (covid-19). Ratusan ribu orang tersebut berasal dari 66.525 Rumah Tangga Perikanan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di daerah itu. Data tersebut sesuai hasil survei cepat Perkumpulan Pikul (Lingkar Belajar Komunitas Bervisi) Kupang terhadap nelayan dan pelaku usaha perikanan skala kecil pada April 2020.
Program Manager Right to Food-Perkumpulan Pikul, Andry Ratumakin mengatakan dampak covid-19 menyebabkan NTT kehilangan nilai produksi perikanan tangkap sekitar Rp2 triliun dalam setahun.
"Penurunan jumlah tangkapan nelayan dan hasil penjualan ikan hingga 50%-75% membuat para pelaku usaha kelautan dan perikanan yang umumnya tidak memiliki tabungan harus mencari cara baru beradaptasi dan bertahan hidup," katanya kepada Media Indonesia, Minggu (3/5).
Menurutnya, jumlah produksi perikanan tangkap NTT selalu naik setiap tahun, bahkan di pada 2018 mencapai 157.691 ton, kemungkinan akan menurun pada tahun ini.
Dari sisi ketersediaan protein laut, angka tersebut sangat cukup walaupun dapat berkurang hingga 50% atau sekitar 78.845,5 ton. Meskipun demikian, total kertersediaan ini sangat mungkin untuk menyokong asupan protein warga NTT yang mencapai 5.456.203 jiwa. Jika kebutuhan protein ikan setiap orang sesuai AKG sekitar 6.72 gram/hari/orang, dibutuhkan sekitar 12.860 ton ikan/ tahun.
"NTT masih surplus sekitar 65.985,5 ton ikan," tambahnya.
Persoalannya lanjut dia, bagaimana mendistribusikan protein laut tersebut kepada warga NTT di tengah situasi pandemi yang membatasi berbagai akses. Selain itu, bagaimana pemerintah dan para pihak berupaya untuk menjaga suplay nelayan dan distribusi pangan sehat dan bergizi kepada segenap warga NTT di tengah daya beli yang juga turun.
Beberapa solusi terkait upaya jangka pendek untuk mengatasi persoalan nelayan, termasuk membuka akses distribusi protein laut bagi warga,yakni pendataan dan pemberian bantuan kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan yang kehilangan dan terancam kehilangan pekerjaan karena penurunan pendapatan di atas 50%.
baca juga: Kasus DBD di Cianjur Renggut 3 Korban Jiwa
Selanjutnya menghubungkan produsen ikan dengan pembeli melalui pertukaran uang atau barang, membuka pembatasan akses pasar dengan protokol jelas dan tegas.
Pemerintah juga perlu mewajibkan sekitar 104.586 aparatur sipil negara (ASN) membeli hasil perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan membeli hasil tangkapan nelayan untuk disalurkan ke warga, serta melakukan mekanisme pembelian produk warga desa termasuk tangkapan nelayan untuk menjaga perputaran ekonomi desa. (OL-3)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved