Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 226.526 pelaku usaha perikanan dan kelautan di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam kehilangan sumber pendapatan akibat pandemik korona (covid-19). Ratusan ribu orang tersebut berasal dari 66.525 Rumah Tangga Perikanan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di daerah itu. Data tersebut sesuai hasil survei cepat Perkumpulan Pikul (Lingkar Belajar Komunitas Bervisi) Kupang terhadap nelayan dan pelaku usaha perikanan skala kecil pada April 2020.
Program Manager Right to Food-Perkumpulan Pikul, Andry Ratumakin mengatakan dampak covid-19 menyebabkan NTT kehilangan nilai produksi perikanan tangkap sekitar Rp2 triliun dalam setahun.
"Penurunan jumlah tangkapan nelayan dan hasil penjualan ikan hingga 50%-75% membuat para pelaku usaha kelautan dan perikanan yang umumnya tidak memiliki tabungan harus mencari cara baru beradaptasi dan bertahan hidup," katanya kepada Media Indonesia, Minggu (3/5).
Menurutnya, jumlah produksi perikanan tangkap NTT selalu naik setiap tahun, bahkan di pada 2018 mencapai 157.691 ton, kemungkinan akan menurun pada tahun ini.
Dari sisi ketersediaan protein laut, angka tersebut sangat cukup walaupun dapat berkurang hingga 50% atau sekitar 78.845,5 ton. Meskipun demikian, total kertersediaan ini sangat mungkin untuk menyokong asupan protein warga NTT yang mencapai 5.456.203 jiwa. Jika kebutuhan protein ikan setiap orang sesuai AKG sekitar 6.72 gram/hari/orang, dibutuhkan sekitar 12.860 ton ikan/ tahun.
"NTT masih surplus sekitar 65.985,5 ton ikan," tambahnya.
Persoalannya lanjut dia, bagaimana mendistribusikan protein laut tersebut kepada warga NTT di tengah situasi pandemi yang membatasi berbagai akses. Selain itu, bagaimana pemerintah dan para pihak berupaya untuk menjaga suplay nelayan dan distribusi pangan sehat dan bergizi kepada segenap warga NTT di tengah daya beli yang juga turun.
Beberapa solusi terkait upaya jangka pendek untuk mengatasi persoalan nelayan, termasuk membuka akses distribusi protein laut bagi warga,yakni pendataan dan pemberian bantuan kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan yang kehilangan dan terancam kehilangan pekerjaan karena penurunan pendapatan di atas 50%.
baca juga: Kasus DBD di Cianjur Renggut 3 Korban Jiwa
Selanjutnya menghubungkan produsen ikan dengan pembeli melalui pertukaran uang atau barang, membuka pembatasan akses pasar dengan protokol jelas dan tegas.
Pemerintah juga perlu mewajibkan sekitar 104.586 aparatur sipil negara (ASN) membeli hasil perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan membeli hasil tangkapan nelayan untuk disalurkan ke warga, serta melakukan mekanisme pembelian produk warga desa termasuk tangkapan nelayan untuk menjaga perputaran ekonomi desa. (OL-3)
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved