Minggu 03 Mei 2020, 11:22 WIB

Kasus DBD di Cianjur Renggut 3 Korban Jiwa

Benny Bastiandy | Nusantara
Kasus DBD di Cianjur Renggut 3 Korban Jiwa

ANTARA FOTO/Budiyanto
DBD di Kabupaten Cianjur dalam empat bulan terakhir merenggut tiga orang korban jiwa.

 

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kurun empat bulan terakhir merenggut tiga orang korban jiwa. Para korban merupakan pasien yang sedang dalam penanganan di rumah sakit.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Rostiani Dewi, menuturkan merebaknya kasus DBD bersamaan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut memicu berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti sebagai pemicu DBD.

"Selama merebaknya DBD di Kabupaten Cianjur, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia," terang Dewi kepada Media Indonesia melalui sambungan  telepon, Minggu (3/5).

Selama Januari-April tahun ini, kata Dewi, DBD yang terdata di Kabupaten Cianjur sebanyak 336 orang. Rinciannya, pada Januari sebanyak 78 kasus, pada Februari sebanyak 82 kasus, pada Maret sebanyak 124 kasus, dan pada April sebanyak 52 kasus.

"Dari semua kasus itu, seluruh pasiennya dirawat di rumah sakit," terang Dewi.

Jika melihat data, kasus DBD terbanyak terjadi pada Maret. Kondisi tersebut bisa jadi dipicu tingginya intensitas curah hujan selama Maret.

"Kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus yakni mengubur, menguras, dan menutup tempat-tempat yang bisa memicu berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, menambahkan tren kasus DBD setiap bulannya cenderung berfluktuasi. Peralihan musim dari kemarau ke hujan, sebut Yusman, diakuinya cukup rentan berpotensi terjadinya DBD.

Yusman mengaku Dinkes Kabupaten Cianjur sudah mengeluarkan surat edaran ke semua puskemas agar masyarakat menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui program 3M Plus.

baca juga: Petani Pilih Simpan Gabah Selama Pandemik Korona

"PSN dan 3M Plus yakni menguras, menutup, dan mengubur ini merupakan upaya preventif. Plusnya memanfaatkan barang tidak terpakai, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, dan memberikan larvasida," beber Yusman. 

Di kalangan masyarakat sendiri masih terbentuk stigma bahwa penanganan DBD dilakukan dengan cara fogging. Namun, kata Yusman, fogging sifatnya kuratif bukan preventif.

"Jadi, fogging tidak terlalu efektif," tandasnya. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Depi Gunawan

Satu Warga Positif Covid se-RT Dikarantina

👤Depi Gunawan 🕔Jumat 05 Juni 2020, 17:05 WIB
SATU RT di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi dikarantina setelah satu orang warganya dinyatakan positif terpapar...
Antara/Harviyan Perdana Putra

Puluhan Ribu Keluarga Terdampak Rob di Pantura Jateng

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 05 Juni 2020, 16:50 WIB
Banjir air laut pasang (rob) di beberapa daerah di pantura, khususnya Pekalongan hingga Jepara Jawa Tengah mengakibatkan puluhan ribu orang...
MI/Dwi Apriani

Ramai Keluhan Soal Tes Swab, DPD RI Sumsel Buka Layanan Pengaduan

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:46 WIB
Pelayanan pengaduan bisa melalui tertulis dan diberikan ke Kantor DPD RI Sumsel ataupun pesan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya