Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara akan segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam program Jaring Pengaman Sosial untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sekretaris Daerah Sumut Raja Sabrina mengungkapkan bantuan itu akan
disalurkan mulai Mei.
"BLT akan disalurkan kepada masyarakat selama tiga bulan, secara berturut-turut yaitu April, Mei, dan Juni. Untuk penyaluran yang
pertama akan dilakukan di awal Mei," tuturnya, Senin (27/4).
Dana BLT akan diberikan kepada masyarakat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penggunaan DTKS dan Non-DTKS.
Namun, lanjutnya, tidak semua masyarakat yang masuk di DTKS akan mendapat dana BLT dari Pemprov Sumut. Masyarakat yang akan mendapatkannya adalah masyarakat yang belum memperoleh bantuan dari program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemenkes, tetapi masuk dalam DTKS.
Sabrina berharap data tersebut segera diberikan pemerintah kabupaten/kota karena untuk bantuan bulan April rencananya akan disalurkan mulai 1 Mei 2020.
Adapun besaran BLT yang akan diberikan kepada masyarakat sama besarnya dengan BLT yang diberikan Kementerian Sosial, yakni Rp600 ribu per kepala keluarga (KK). Uuntuk penyaluran ke masyarakat, Pemprov Sumut menggunakan jasa PT Pos Indonesia agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada yang bersangkutan.
"Data yang diberikan kabupaten/kota harus valid, by name by address. Jadi, tidak ada kesalahan dalam pembagiannya. Kemudian nanti PT Pos mengirimkan bantuan ini menggunakan wesel atau boleh juga diambil sendiri oleh penerimanya ke Kantor Pos," urainya.
Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk JPS tahap pertama setelah sebelumnya hanya sekitar Rp100 miliar. Dana tersebut akan diberikan kepada sekitar 150.000 penerima. (R-1)
Dukungan sosial yang komprehensif sangat penting untuk pemulihan jangka panjang para penyintas bencana.
Jaya Negara juga menjelaskan, keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved