Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebutuhan daging sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Ramadan dan pandemi virus covid-19 aman. Pasalnya jumlah
sapi di daerah itu sampai akhir 2019 mencapai 1,87 juta ekor.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTT untuk Penanganan Covid-19 Marius Jelamu mengatakan sejumlah negara eksportir sapi memberlakukan lockdown akibat pandemi korona.
"Bisa jadi daging sapi terlambat tiba di Indonesia, tetapi dengan populasi lebih dari satu juta ekor sapi di NTT, kebutuhan masyarakat terpenuhi," kata Marius di Kupang, Senin (27/4).
Sebagai 'provinsi ternak', saudagar di NTT juga rutin mengirim sapi ke sejumlah provinsi termasuk DKI Jakarta. Harga daging sapi di pasar juga tidak mengalami lonjakan di hari raya. Saat ini harga daging sapi di pasar tradisional stabil, yakni Rp90 ribu per kilogram.
Selain daging sapi, Marius mengatakan stok bahan kebutuhan lainnya juga aman. "Persediaan beras, jagung, bawang putih, bawang merah, telur, gula, minyak goreng, dan ayam aman," paparnya.
Baca juga: Bayi 1,9 Tahun di Maluku Positif Covid-19
Harga bahan kebutuhan pokok, kata Marius, juga masih normal. "Kecuali gula yang telah mencalai Rp19 ribu per kilogram di pasar tradisional dan Rp20 ribu per kilogram di kios," tukas Marius.
Menurutnya, seluruh pasar tradisional tetap beraktivitas seperti biasa. "Warga terus diingatkan untuk menjaga jarak aman, mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun di air
mengalir," jelasnya.
Selain itu, imbuh Marius, warga juga diminta tidak menciptakan kerumuman, dan tetap berada di rumah. "Karena kita tidak pernah tahu ketika ke luar rumah dan berpapasan dengan orang, apakah dia terinfeksi virus atau tidak," ungkapnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTT Taufan Akib mengatakan saat ini stok beras di daerah itu mencapai 31.000 ton. "Ini cukup untuk kebutuhan selama enam bulan. Petani di sejumlah wilayah juga sedang memasuki panen raya, sehingga stok beras di masyarakat cukup," kata Taufan. (OL-14)
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Isu penyakit antraks yang beredar di tengah masyarakat ternyata mempengaruhi harga daging sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
Antisipasi penyebaran antraks, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, tidak mengizinkan masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dari wilayah Gunung Kidul DIY.
Empat komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan NTP di bulan Juni diantaranya adalah komoditas kopi, sapi potong, kakao atau cokelat serta komoditas cabai rawit.
Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor strategis yang menjanjikan keuntungan besar.
Selama ini sektor peternakan adalah sektor yang paling menjanjikan mengingat semua bagian hewan mulai dari kepala sampai kotoran mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Stok sapi potong yang saat ini tersedia di satu perusahaan Bekasi mencapai 3.563 ekor dari total kandang yang mencapai 1.025 ekor serta sebanyak 2.538 berada di kandang Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved