Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK sembilan orang warga Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (18/4) kemarin sore, meninggal dunia ditempat setelah tertimbun longsoran tanah saat mencari emas.
Kesembilan korban itu diketahui bernama Dedi, 30, Husin, 50, Jaja, 25, Buyuang, 30, Abu, 35, Yandi, 40, Menan, 58 dan Ipit, 35. Mereka
merupakan warga Jorong Rawang, Nagari Ranah Pantai Cermin. Sedang seorang lagi bernama Iril, 35, merupakan warga Jorong Talakiak.
Saat kejadian, kesemua korban saat itu tengah melakukan penambangan emas di bagian dalam lubang. Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, informasi yang diperoleh, lokasi tempat korban yang tertimbun tanah longsor tersebut merupakan bekas tambang pada zaman Belanda.
"Informasi yang kami peroleh, itu merupakan bekas tambang emas peninggalan zaman Belanda. Jadi mereka mencari emas dengan mendulang secara tradisional di lokasi tersebut," ujar Imam Yulisdianto, Senin (20/4).
Dikatakannya, saat ini seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Kini, pihak Polres Solok Selatan juga tengah melakukan olah tempat kejadian perkara. (OL-13)
JARINGAN Advokasi Tambang (Jatam) menilai reaksi DPR RI mengenai memperketat pengawasan terhadap oknum yang bekingi tambang sudah sangat telat.
SATUAN Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menindak aktivitas tambang ilegal di wilayah Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
Dian melihat langsung aktivitas penggalian dengan menggunakan alat berat. Dia langsung memerintahkan untuk menghentikan seluruh kegiatan penggalian.
Kementerian Kehutanan bersama TNI menghancurkan 31 tenda biru penambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Kapolsek Pangean Iptu Aman Sembiring menegaskan tindakan tegas ini merupakan wujud komitmen pihaknya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem sungai
PENGAMAT energi Hanifa Sutrisna mengingatkan salah satu hal yang perlu diwaspadai pemerintah dalam persoalan sumur minyak rakyat adalah keterlibatan sejumlah oknum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved