Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Warga Desa Adat Yangbatu Bagikan Ribuan Botol Disinfektan

Ruta Suryana
18/4/2020 18:24
Warga Desa Adat Yangbatu Bagikan Ribuan Botol Disinfektan
SATGAS Gotong Royong Desa Adat Yangbatu Kota Denpasar membagikan disinfektan(MI/Ruta Suryana)

SATGAS Gotong Royong Desa Adat Yangbatu Kota Denpasar, Bali, kembali membagikan 2.000 botol cairan disinfektan kepada masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran virus korona atau covid-19, Sabtu (18/4).

Bersama seluruh anggota satgas dibantu anggota Sekehe Teruna, kegiatan dilaksanakan dengan mendatangi satu persatu rumah warga. Sembari mengedukasi cara penggunaan, satu keluarga diberikan satu botol untuk melaksanakan pencegahan secara mandiri.

Baca juga: Gubernur NTT Keluarkan 8 Instruksi ini untuk Kepala Daerah

Bendesa Adat Yangbatu I Nyoman Kanduk Supatra didampingi Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Yangbatu I Made Buda Arka menjelaskan, penanganan wabah covid-19 memang menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini lantaran dengan meningkatnya kesadaran bersama akan lebih mudah untuk memutus penyebaran dan mempercepat penanganan.

"Tentu dengan bekerja bersama penanganan wabah covid-19 ini dapat lebih cepat ditangani dan mampu memutus rantai peyebarannya," jelas Kanduk Supatra.

Baca juga: Tarawih dan Salat Jumat di Masjid Dilarang Saat PSBB di Makassar

Buda Arka menambahkan, Desa Adat Yangbatu dapat dikatakan sebagai salah satu wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi sehingga guna meningkatkan kewaspadaan, masyarakat wajib mendapatkan edukasi untuk melaksanakan pencegahan secara mandiri.

"Sembari memberikan sosialisasi tentang cara penggunaan, dengan pemberian cairan disinfektan ini diharapkan masyarakat dapat melaksanakan pencegahan secara mandiri. Hal ini tentu dirasa lebih efektif dan tepat sasaran lantaran dapat dilaksanakan setiap saat," kata Buda Arka.

Kendati masih berada pada zona hijau, katanya, Desa Yangbatu harus tetap waspada sembari juga melakukan pemantauan mobolitas penduduk terutama yang berasal dari zona merah.

"Saat ini bersama kepala dusun, kami sedang melaksanakan pendataan mobilitas penduduk, sehingga dapat dipetakan kondisi penduduk dan  mampu memberikan gambaran untuk mengambil langkah pencegahan dini," ujarnya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya