Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang meninggal pekan lalu terkonfirmasi positif virus korona atau covid-19.
Kepastian itu berdasarkan hasil tes swab yang diterima pada Jumat (17/4).
Baca juga: Ditegur Gubernur NTT, Bupati Lembata: Biar Sudah
Sehingga, jumlah warga positif covid-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang menjadi delapan orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal terdata 12 orang.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan, meminta masyarakat tidak terlalu cemas atas kondisi tersebut.
"Masyarakat jangan khawatir karena pemakaman 12 PDP yang meninggal dunia, termasuk yang terkonfirmasi positif covid-19, semuanya sudah dilakukan sesuai protokol kesehatan," ujar Nanda.
Baca juga: Warga Sorong Minta Pelabuhan dan Bandara Tetap Ditutup
Menurut dia, dari 12 PDP yang meninggal itu, satu orang PDP di antaranya sudah menjalani tes cepat dan terkonfirmasi positif covid-19.
Namun, karena tes cepat dinilai kurang akurat, hasil tes tersebut diabaikan. Tiga PDP lainnya negatif covid-19, dan empat PDP lagi meninggal sebelum sempat diambil usap tenggoroknya.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari sisa tiga PDP yang sudah meninggal dunia itu," kata Nanda. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved