Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyesalkan adanya pertikaian antara Polri dan TNI yang menyebabkan dua anggota Polri meninggal dunia. Pertikaian terjadi di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya (Mamra), Sabtu (11/4) dini hari.
“Saya menyesali atas kejadian yang tidak diduga ini karena permasalahan seperti ini seharusnya tidak perlu memakan korban,” ujar Paulus saat dikonfirmasi, Minggu (12/4).
Menurut Paulus, insiden yang terjadi antara pihak kepolisian dan TNI ini berawal dari kesalahpahaman semata yang sebetulnya sudah diselesaikan pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 23.00 WIT.
Awalnya, dua anggota polisi meminjam motor ojek dan mengatakan akan dibayar setelah selesai meminjam selama satu jam. Namun, polisi tersebut datang terlambat hingga terjadi perdebatan dengan tukang ojek. Selanjutnya driver ojek yang tak terima mengabari saudaranya yang berada di pos TNI.
Baca juga: Ojol Boleh Angkut Penumpang, Kemenhub: Ada Kebutuhan Masyarakat
Ia datang bersama lima orang untuk menemui kedua anggota Polri tersebut. Keributan pun tak tertahankan. Untungnya, sekitar pukul 22.00 WIT kepolisian bisa melerai kedua belah pihak.
"Dari laporan yang diterima terungkap bahwa anggota yang meninggal itu bersama empat rekannya pada Minggu (12/4) dini hari tadi menyeberang ke Kasonaweja dan berupaya menyerang," katanya.
Menurut Paulus, sekarang ada tiga korban jiwa setelah satu anggota yang terkena tembakan di punggung tak bisa diselamatkan. "Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Membran Raya,” tambahnya.
Paulus rencananya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk menenangkan atau meredam anggotanya agar tidak kembali terjadi perseteruan yang tak diinginkan.
“Semua harus jaga diri, tahan diri. Kita harus evakuasi korban dahulu. Nanti kita berikan arahan-arahan kepada anggota untuk tidak menambah dan memperkeruh suasana,” ujarnya.
Rencananya, Paulus akan mendatangi Membran dan membawa pesawat untuk menerbangkan jenasah anggota Polri ke Jayapura, pada Senin (13/4). (OL-14)
INSIDEN penembakan pesawat di area bandara Boven Digoel dinilai menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem pengamanan bandara, terutama di Papua.
WAKIL Bupati Jayawijaya Papua, Ronny Elopere mengecam serangan kelompok sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya yang menembak mati 2 warga sipil.
Indrajaya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku kejahatan, seraya mengatakan pelanggaran tersebut tidak dapat diampuni.
Jalur dialog secara intensif harus dibuka oleh pemerintah karena situasi kekerasan di Bumi Papua terus berlangsung sejak lama.
Evakuasi jenazah korban penyerangan KKB menghadapi kendala berat karena lokasi kejadian berada di area hutan lebat dengan akses transportasi terbatas.
Puan lantas menyatakan bahwa DPR RI, khususnya Komisi I dan III, memiliki wewenang konstitusional untuk mengawasi kebijakan pertahanan, keamanan, serta hukum dan HAM.
Mabes TNI buka suara terkait beredarnya Telegram Panglima TNI mengenai status Siaga 1. Simak penjelasan Kapuspen TNI soal pengamanan objek vital nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
Ketentuan UU KPK yang dinilai membuka peluang anggota TNI dan Polri aktif menjabat pimpinan KPK digugat ke Mahkamah Konstitusi karena dianggap multitafsir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved