Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Hindari Debt Colektor Warga Mengaku Positif Covid-19

Cikwan Suwandi
08/4/2020 16:55
Hindari Debt Colektor Warga Mengaku Positif Covid-19
Para Relawan Call Center Covid-19 Kabupaten Karawang Tengah Melayani Aduan dari Masyarakat(MI/Cikwan Suwandi)

WABAH virus korona atau covid-19 membuat masyarakat takut tertular. Ketakutan itu dimanfaatkan warga Karawang, Jawa Barat untuk menghindari penagih hutang atau yang biasa dikenal debt kolektor.

Azila Amas,26, relawan call center covid-19 Kabupaten Karawang, Jawa Barat menceritakan jika pada 31 Maret 2020, dirinya menerima aduan adanya pasien positif dari seorang warga yang mengaku sebagai penagih hutang bank.

Diceritakan Azila, saat itu melalui pesan Whats App penagih hutang itu menunjukan screen shot percakapan penagih hutang dengan debitur atau nasabah yang berasal dari Kecamatan Cikampek.

"Istrinya mengaku kepada pihak bank, meminta untuk tidak menagih terlebih dahulu dan jangan datang ke rumah. Karena suaminya saat ini positif korona dan sedang isolasi," terangnya kepada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Karena kejadian itu, pihak bank kemudian melaporkan hal tersebut kepada call center covid-19 Kabupaten Karawang, dikatakan Azila, setelah dilakukan pengecekan ternyata berita adanya pasien positif itu tidak benar.

"Kami segera melakukan pengecekan dan itu bohong tidak ada yang terdampak positif,"ungkapnya.

Pengalaman lain pun disampaikan, relawan call center covid-19 lainnya, Amelia RM,25, yang mendapatkan curhatan warga yang tidak mampu membayar kontrakan karena ia melakukan isolasi diri. "Kami berusaha sebisa mungkin untuk tetap menenangkan warga," kata Amelia.

Call center covid-19 Kabupaten Karawang menerima aduan sebanyak 60 kali setiap harinya. Para relawan yang berjumlah 10 orang itu siap menerima aduan hingga 24 jam.

"Kebanyakan masyarakat ini karena panik. Mereka merasa menjadi ODP setelah kita tanyai ternyata mereka belum pernah melakukan kontak langsung, perjalanan keluar negeri atau daerah yang masuk zona merah.," ucap Azila.

Kekhawatiran masyarakat juga bahkan Azila rasakan, ketika dirinya menerima laporan dari seorang warga yang mengaku tetangganya memiliki indikasi positif korona. "Ternyata jauh dari gejala bahkan identifikasi," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ditemukan 59 Pasien Covid-19 tanpa Gejala di Tasikmalaya

Baca Juga: Keluhan Sopir Angkot, Hanya Dapat Rp20 Ribu Sehari



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya