Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020

Palce Amal
08/4/2020 15:55
Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020
Rumah Sakit WZ Johannes Kupang, NTT(MI/Palce Amalo)

KEPALA Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dokter Dominikus Mere mengatakan pembangunan laboratorium (lab) untuk pemeriksaan swab pasien terjangkit virus korona (covid-19), rampung akhir April 2020.

Laboratorium tersebut dibangun untuk mempercepat pemeriksaan swab pasien virus korona. "Dua puluh hari lagi atau akhir bulan selesai, alat PCR (polimerase chain reaction) juga sudah ada," katanya saat dihubungi di Kupang, Rabu (8/4).

Menurut dokter Dominikus,  Setelah rampung, peralatan laboratorium langsung dipasang. Laboratorium dibangun di area Rumah Sakit WZ Johannes Kupang yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien korona di NTT.

Menurutnya, seluruh peralatan laboratorium sudah siap, kecuali dua alat lagi yang dijadwalkan tiba di Kupang dalam beberapa hari ke depan antara lain reagen. Selanjutnya Kementerian Kesehatan akan memeriksa laboratorium tersebut untuk memastikan seluruh peralatan tersedia dan lengkap sebelum siap digunakan.

Saat ini, seluruh sampel dari orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait korona, dikirim ke Laboratorium Litbangkes Kemenkes di Jakarta. Dari 38 sampel yang sudah dikirim ke laboratorium, 18 sampel diketahui negatif korona, sedangkan 20 sampel lagi masih dalam proses pemeriksaan.

Anggaran pembangunan laboratorium bagian dari dana penanganan virus korona sebesar Rp104 miliar. Selain itu, RS WZ Johannes juga sudah selesai membangun tiga ruangan bertekanan negatif yang akan menjadi tempat perawatan pasien korona. Masing-masing ruangan berisi dua tempat tidur, dilengkap fasilitas untuk memonitor detak jatung, nadi dan tekanan darah. (OL-13)

Baca Juga: Kemenkes Permudah dan Percepat Izin Produksi Alkes Korona

Baca Juga: Tiadakan Wisuda, ITB Terbitkan Ijazah Digital



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya