Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Warga Yogyakarta Gotong Royong Bikin Jamu Empon-Empon

Ardi Teristi
08/4/2020 13:44
Warga Yogyakarta Gotong Royong Bikin Jamu Empon-Empon
Warga membuat jamu empon-empon(MI/Ardi Teristi)

TATIK Amrono dan Nur Margono sibuk memilah aneka bahan rempah rempah dan memasukkan ke dalam sebuah kantung kecil. Dengan mengenakan masker, ia bersama empat ibu RT 6 RW 1 Kampung Jagalan, Kota Yogyakarta, menyiapkan empon-empon untuk dikonsumsi warga.

"Ini ada yang direbus di sini serta dibagikan dalam bentuk matang dan ada pula yang dibagikan dalam bentuk mentah," terang Tatik, Rabu (8/4).

Empon-empon yang mentah hanya dicuci dan dipotong-potong sesuai takaran kemudian dimasukkan ke kantung plastik. Sementara itu, empon-empon yang dimasak dicuci kemudian diiris atau digeprek lalu direbus.

"Empon-empon itu harus direbus hingga mendidih dan airnya bisa diminum. Empon-empon itu bisa direbus kembali hingga dua kali," kata.

Tokoh masyarakat Kampung Jagalan, Kota Yogyakarta, Dwi Sariyono mengakui telah mendorong warga untuk membuat dan meminum jamu agar imunitas tubuh tetap terjaga dan badan tetap sehat

Ada sebelas bahan alami yang digunakan, yaitu jahe, kencur, kunyit, sereh, temulawak, kapulaga, cengkeh, daun jeruk, kayu manis, dan gula batu.

"Saya pribadi sudah biasa mengonsumsi di rumah. Karena sedang wabah virus korona atau covid-19, kita buat untuk warga," kata dia.

Baca juga: Subuh, Dua PDP di Belitung Dimakamkan

Dengan membagikan ke warga, mereka diharapkan tahu bahan-bahan untuk meracik jamu ini dan bisa membuat sendiri di rumah.

Dalam sehari, ia menghabiskan 5 kilogram jahe dan 2,5 kilogram untuk masing-masing bahan yang lain. Air rebusan dari empon-empon tersebut bisa untuk dikonsumsi lebih dari 300 orang.

"Bahan yang telah direbus itu bisa direbus dua kali lagi," kata dia.

Ketua RW 1 Kampung Jagalan, Kota Yogyakarta, Elisa Agus Setiyono menuebutkan, warga bergotong royong menghadapi covid-19. Mereka bergotong royong tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga pembuatan jamu dan penyemprotan.

Agar tidak berkerumun, aktivitas warga dibatasi hanya beberapa orang dengan pembagian tugas yang jelas. Misalnya, ibu-ibu bertugas menyiapkan jamu empon-empon, sedangkan yang laki-laki menyemprot disinfektan.

Selama melakukan tugas, mereka juga wajib mengenakan masker dan bagi yang melakukan penyemprotan wajib mengenakan alat pelindung diri. (X-15)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya