Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Lab Yayasan Tahija di UGM Mulai Periksa Sampel Covid-19

Ardi Teristi
07/4/2020 15:41
Lab Yayasan Tahija di UGM Mulai Periksa Sampel Covid-19
Peneliti Laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija sebelum menjadi tempat tes sampel covid-19.(Dok Laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija)

FAKULTAS Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengidentifikasi laboratorium yang  memenuhi kriteria melakukan pemeriksaan sampel virus korona atau covid-19.

Baca juga: Minggu Pertama April, 4.542 Pemudik Masuk Sleman

Hasilnya, terdapat dua laboratorium yang memenuhi syarat level BSL-2 plus (Bio Safety Lab) plus yaitu Laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija (World Mosquito Program Yogyakarta) dan Laboratorium Mikrobiologi FK-KMK UGM.

"Berdasar permintaan Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan dan melihat kemampuan lab, mulai 7 April, laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija di FK-KMK UGM akan mulai sepenuhnya digunakan untuk screening sampel covid-19,"  ujar Direktur Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Riris Andono Ahmad, Selasa (7/4).

Baca juga: Anggota F-NasDem DPR Sumbang APD ke Pesisir Selatan

Dalam menangani tes sampel covid-19, dia menjelaskan, Lab Diagnostik Yayasan Tahija dapat sepenuhnya melakukan ekstraksi RNA sampel covid-19 sebanyak 160 sampel pasien per hari, dengan qPCR dilakukan pada hari yang sama (2x running).

Menurutnya, dalam 1 minggu sampel yang dilakukan screening sebanyak 800 sampel, dengan hasil tes yang dapat diperoleh dalam 24-48 jam sejak sampel harian diproses.

Lebih lanjut, dia menjelaskan spesifikasi lab tersebut telah mendapatkan sertifikasi BSL-2 plus oleh Biohaztech Singapore sebanyak 2 kali, yaitu pada 2013 dan 2017.

Baca juga: Dana Atasi Korona di Banyumas Tersisa Rp16 Miliar

Kemudian, lab ini memiliki 2 unit mesin qPCR (Roche-Lightcycler 480 II) dengan kondisi baik dan selalu dilakukan pemeliharaan rutin.

Selain itu, Lab Diagnostik Yayasan Tahija memiliki 1 orang lab senior dan 3 orang staf lab yang telah tersertifikasi GCLP dan GCP.

"Ke depan, kami berharap kerja sama Balitbangkes dengan UGM dan Yayasan Tahija bisa berjalan dengan baik dan pengendalian penularan infeksi covid-19 bisa berjalan secara efektif,"  pungkas dr. Donnie.

Ketua Yayasan Tahija Trihadi Saptoadi menyampaikan, pihaknya telah memberikan izin pemanfaatan Laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija untuk mendukung pengendalian pandemi covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Selama ini Lab Diagnostik digunakan untuk mendukung studi Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) WMP Yogyakarta.

"Kami dari Yayasan Tahija sangat peduli dan ingin memberikan upaya terbaik dalam penanganan covid-19 ini," pungkas dia. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya