Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Minggu Pertama April, 4.542 Pemudik Masuk Sleman

Agus Utantoro
07/4/2020 15:33
Minggu Pertama April, 4.542 Pemudik Masuk Sleman
Pekerja menyiapkan ruang isolasi di Asrama Haji Yogyakarta, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (6/4/2020).(Antara)

PEKAN pertama April, sebanyak 4.542 pemudik telah masuk wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, Selasa (7/4), menjelaskan, jumlah itu adalah hasil pendataan di sejumlah terminal di Kabupaten Sleman selama April hingga Senin (6/4).

Baca juga: Anggota F-NasDem DPR Sumbang APD ke Pesisir Selatan

Para pemudik yang masuk, kata dia, diwajibkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Dari hasil pemeriksaan, memperoleh dokumen telah periksa bila termasuk orang tanpa gejala (OTG), dipersilahkan karantina mandiri di  rumah,"  katanya.

Baca juga: Dana Atasi Korona di Banyumas Tersisa Rp16 Miliar

Namun, jika kemudian terjadi penolakan dari tetangga tempat tujuan, bisa melakukan karantina ke shelter atau hunian sementara yang disediakan oleh Pemkab Sleman dengan disertai keterangan penolakan dari RT, RW dan Dukuh setempat dan kemudian direkomendasi oleh lurah serta diketahui oleh camat.

"Isinya, karantina mandiri tidak bisa dilakukan karena tidak ada ruang untuk melakukan karantina mandiri serta ada penolakan dari warga sekitar,"  kata Harda.

Baca juga: 3 Ribu Karyawan Dirumahkan, Gubernur: Tanggung Jawab Perusahaan

Shelter tersebut diadakan di Asrama Haji Transit Yogyakarta di Jalan Pajajaran, Sleman.

"Shelter ini secara umum disiapkan untuk pemudik ODP yang menjalani hasil test/menunggu hasil tes atau PDP yang sudah sembuh menunggu pulang, serta petugas medis dan kesehatan yang tidak bisa pulang rumah karena ada penolakan warga,"  katanya.

Selain Asrama Haji Transit Yogyakarta, Pemkab Sleman juga menyiapkan shelter kedua di Wisma Sembada.

Ia menjelaskan, shelter kedua ini untuk pemudik yang masuk kategori OTG dengan ketentuan pemudik yang datang harus periksa di faskes terdekat dan dinyatakan sebagai OTG.

"Untuk warga yang datang menggunakan pesawat agar dicek kesehatannya di kesehatan bandara.Dari bandara secara mandiri menuju ke alamat tujuan rumah masing-masing dan terlebih dahulu melapor ke RT setempat,"  katanya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya