Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TERKAIT perkembangan penanganan virus korona, belasan destinasi wisata di Jawa Tengah ditutup untuk pengunjung guna mencegah penyebaran covid-19.
Pemantauan Media Indonesia Senin (16/3) ratusan pengunjung obyek wisata Lawang Sewu Semarang dan Musium Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, kecewa karena mulai hari ini kedua obyek wisata tersebut ditutup untuk kunjungan wisata menyusul semakin merebaknya virus korona.
Untuk mengobati kekecewaan, calon pengunjung memilih melakukan swafoto di depan pagar kedua obyek wisata di bawah pengelolaan PT KAI tersebut. Sebagian pengunjung dari dalam negeri mengaku dapat memahami kondisi tersebut, karena merebaknya virus korona meminta kewaspadaan semua pihak.
''Saya bersama keluarga datang dari Pekalongan, tadinya pingin naik kereta wisata dari musium kereta api Ambarawa, tapi ternyata tutup,'' kata Wahyuni, 48, warga Medoho, Kota Pekalongan.
Baca Juga: Antisipasi Korona Kalsel Tutup Sejumlah Obyek Wisata
Hal yang sama juga diungkapkan Sugeng, 49, warga Salatiga yang memgaku kecewa karena harapan anak-anak naik kereta wisata pudar. Namun hal ini dapat dimaklumi mengingat saat ini masih merebak covid-19 dan korban terus bertambah di Jawa Tengah ini. ''Kita memaklumi dan anak-anak juga dapat memahami kondisi,'' tambahnya.
Manajer Historical Building and Museum PT KA Wisata Trisna Cahyani mengatakan bahwa selain Lawang Sewu, Museum Kereta Api Ambarawa juga ditutup untuk sementara sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona di tempat wisata.
Penutupan ini, lanjut Trisna Cahyani, sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menjaga kebersihan dan higienisitas obyek wisata. Tetapi karena keterbatasan fasilitas kesehatan seperti hand sanitizer, masker dan sarung tangan untuk para petugas, alat pengecekan suhu dan penyemprotan disinfektan, maka fasilitas ditutup sementara.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus korona, sebanyak 12 destinasi wisata di empat kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Jenis Baru, Candi Borobudur Didisinfektan
Destinasi yang ditutup saat ini, lanjut Sinoeng Nugroho Rachmadi, yakni Taman Balekambang Surakarta, Museum Keris Solo, Museum Radya Pustaka, Museum Kraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Wayang Orang Sriwedari, Taman Satwa Taru Jurug Solo, Museum Batik Danar Hadi (Solo),
Musium Karst (Wonogiri), Musium Sangiran (Sragen) dan Musium Manusia Purba Klaster Dayu (Karanganyar).
Sedangkan untuk Borobudur, menurut Sinoeng Nugroho Rachmadi, meskipun tetap dibuka, tetapi dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yakni pintu pertama ditutup sedangkan untuk pintu kedua dan ketiga yang tetap dibuka.
Penutupan destinasi wisata ini, ujar Sinoeng, juga dipergunakan untuk penyemprotan cairan disinfektan dan pembersihan beberapa fasilitas dan ruang di tempat wisata oleh pengelola. ''Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus koroba tersebut,'' tambahnya. (AS/OL-10)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved