Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, melaporkan hingga Selasa malam pukul 19.00 Wita, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten itu sudah bertambah lagi menjadi 1.216 kasus.
"Sampai malam ini laporan terakhir dari seluruh puskesmas dan RS di Kabupaten Sikka, jumlah kasus DBD sudah bertambah, yakni mencapai 1.216 kasus," kata Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus di Maumere, Selasa (10/3) malam.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan perkembangan terakhir kasus DBD di kabupaten itu yang sudah memasuki kejadian luar biasa tahap empat.
Petrus menambahkan bahwa dengan jumlah yang ada maka, telah terjadi penambahan jumlah kasus sebesar 21 kasus dari hari sebelumnya yang jumlahnya hanya mencapai 1.195 kasus.
"Terjadi kenaikan sebesar 21 kasus DBD hingga malam ini, dan ini merupakan kasus DBD terbesar dan terparah dalam sejarah Kabupaten Sikka," tambah dia.
Sementara itu jumlah pasien DBD yang telah meninggal dunia sampai dengan saat ini bertambah menjadi 14 orang dan yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di kabupaten itu sudah mencapai 114 orang.
Angka ini mengalami penurunan dari sebelumnya pasien yang dirawat berjumlah 130 orang. Ratusan pasien yang dirawat itu tersebar di tiga RS yakni RSUD TC Hillers, RS Kewapante dan RS Lela.
Pemerintah Kabupaten Sikka hingga saat ini terus berusaha agar kasus DBD segera mengalami penurunan hingga angka nol.
Berbagai usaha yang dilakukan adalah dikeluarkannya instruksi dari Bupati Sikka akan dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selama 14 hari ke depan yang sudah mulai berlaku sejak Senin (9/3) kemarin.
Tak hanya itu, pembagian autan dan pembagian bubuk abate juga terus dilakukan oleh pemda setempat. Namun, kata Kadis Kesehatan, masih dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk tambahan autan untuk dibagi-bagikan ke anak-anak di sekolah.
Hal ini karena dari 14 orang yang meninggal akibat DBD sebagian besar adalah anak-anak yang berusia 15 tahun ke bawah. (OL-12)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved