Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA gula pasir di sejumlah pasar tradisional dan ditingkat pengecer di Kota Pangkalpinang mengalami lonjakan. Hal ini diduga petani gagap panen dan belum ada impor gula pasir. Berdasarkan pantauan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga gula pasir yang tadinya dijual Rp12 ribu per kg kini melonjak menjadi Rp15 ribu per kg. Sedangkan di tingkat pengecer, di toko-toko harga gula pasir mencapai Rp17000 per kg.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengembangan dan Perdagangan Disperindag Provinsi Bangka Belitung, Armaini menyebutkan ada beberapa alasan naiknya gula pasir akhir-akhir ini. Pertama menurutnya faktor cuaca yang menyebabkan petani gagal panen. Kedua belum dibukanya keran impor gula pasir, sehingga stok gula pasir yang ada di gudang para distributor terbatas.
"Tingginya harga gula saat ini disebabkan petani gagal panen pada musim tanam sebelumnya. Karena kondisi cuaca yang kurang baik. Kedua, belum dibukanya keran impor yang disebabkan oleh virus Covid-19. Bukan hanya Indonesia tetapi semua negara," kata Armaini, Jumat (6/3).
baca juga: ODHA di Pematangsiantar Dapat Bantuan Usaha
Ia mengaku stok gula memang terbatas, tetapi masih mencukupi untuk menjaga kelangkaan ketersediaan kebutuhan konsumsi masyarakat. Pihaknya pula telah melakukan usaha agar stok gula di Babel segera terpenuhi kembali.
"Kita sudah usahakan, tapi stoknya akan jadi rebutan dengan daerah lain, walaupun harga sedikit tinggi yang penting stok kita terpenuhi," ujarnya. (OL-3)
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved