Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah harus terus berupaya dalam menciptakan wirausaha baru. Selain untuk menekan angka pengangguran, inipun penting untuk
mendongkrak pertumbuhan ekonomi terutama di tengah-tengah pasar bebas sekarang.
Demikian diungkapkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Perwira dalam diskusi penyerapan aspirasi publik terkait Omnibus Law Cipta Kerja, di Bandung, Kamis (5/3). Acara yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Perekonomian bekerja sama dengan Universitas Padjajaran ini dihadiri unsur lainnya seperti perwakilan tenaga kerja, pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa.
Yunandar menjelaskan, investasi skala besar yang masuk ke Jawa Barat saat ini kurang berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil kajiannya, industri padat karya yang ada di wilayahnya hanya mempekerjakan 20% warga angkatan kerja.
Baca juga : Jawa Barat Optimistis Datangkan Investasi Hingga Rp250 Triliun Tahun ini
Padahal, menurutnya, jumlah industri skala besar ini mencapai 45% dari total sektor usaha yang ada di provinsi tersebut. "Tapi usaha kecil, perdagangan, yang hanya 15%, mampu menyerap tenaga kerja 25%," katanya.
Dia juga menyebut masuknya investasi senilai Rp137 triliun ke Jawa Barat baru-baru ini tidak berdampak besar terhadap serapan tenaga kerja. "Jadi investasi ke Jawa Barat tidak berdampak ke serapan tenaga kerja. Yang ada hanya merusak ingkungan," katanya seraya menyebut jumlah warga kelas menengah di provinsi ini hanya 12%.
Menurut dia, ini terjadi karena berbagai faktor seperti karakteristik warga Jawa Barat yang lebih menyukai berwirausaha. Selain itu, minimnya serapan tenaga kerja pun akibat berkurangnya kebutuhan industri akan tenaga manusia seiring perkembangan teknologi.
Baca juga : Target Investasi Jawa Barat 2024 Mencapai Rp250 Triliun
"Sekarang industri-industri di Jawa Barat lebih menggunakan mesin daripada manusia (tenaga kerja)," katanya. Selain itu, industri padat karya pun terus beralih ke Jawa Tengah dan Jawa Timur karena upah buruh yang rendah.
Oleh karena itu, menurutnya pemerintah harus memahami kondisi di daerah dalam menerapkan kebijakan. Salah satunya terkait rancangan undang-undang Omnibus Las Cipta Lapangan Kerja yang saat ini masih dibahas.
Yunandar meminta pemerintah tidak terfokus kepada industri menengah besar dalam menerapkan RUU tersebut. "Omnibus Law harus mendukung lahirnya wirausaha baru," katanya.
Baca juga : Bank bjb Canangkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Kepada 1000 ASN
Salah satunya dengan menyinergikan keberadaan industri menengah besar dengan mikro dan kecil. Sebagai contoh, menurutnya komponen yang diperlukan industri skala besar harus diproduksi oleh industri skala kecil menengah.
"Kalau sekarang tidak, bahan baku industri besar itu dari penting. Industri kecil itu tidak terangkat. Itu kalau betul Omnibus Hukum Cipta Karya ini untuk masyarakat," katanya.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian, Umar Juoro, memastikan penerimaan Omnibus Lawa ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dia pun memastikan semangat RUU ini untuk lebih menyejahterakan masyarakat.
Baca juga : Octa Investama Berjangka Rayakan HUT RI di Tajur Halang, Bogor
"Kita ingin pertumbuhan ekonomi tinggi dengan pemerataan. Jadi tidak ada yang dikorbankan, baik pekerja atau pengusaha," katanya.
Menurutnya juga, RUU Omnibus Hukum mencapai banyak aspek yang didukung oleh berkeadilan. "Ini untuk menyinergikan semua yang tidak ada. Lagian ini masih draft, belum jadi undang-undang," katanya.
Dia menyetujui sebelum mengambil kebijakan terkait penetapan RUU ini, pihaknya akan mengadakan berbagai aspirasi dari semua pihak. "Makanya saat ini kita berdiskusi. Kami ingin dapat memasukkan dari semuanya," kata dia.
Baca juga : Pemkab Cirebon Bentuk Satgas Percepatan Investasi
Rektor Unpad Rina Indiastuti menyebut pemberlakuan RUU ini harus dilandasi dasar hukum yang jelas. "RUU ini dimensi hukumnya kuat, memerlukan aspek hukumnya tidak mementahkan yang ada. Harus ada kepastian hukum, rumah hukum yang baik. Agendanya dapat terawat dengan baik," katanya. (OLEH / OL-10)
RIBUAN warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Dari kuota 29.372 calon jemaah haji, tercatat 29.613 jemaah telah menyelesaikan pelunasan Bipih hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved