Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta tidak merasa ada yang hendak mengadu domba antara NU dan Muhammadiyah terkait penolakan pergelaran peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-94 NU di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.
Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta Yazid Afandi di Yogyakarta, Rabu (4/3), menjelaskan panitia hajatan itu sudah melanggsungkan beragam pertemuan dan meminta izin.
Baca juga: Jaga Harmoni, PCNU Yogyakarta Batal Gelar Harlah di Masjid Gedhe
"Saya tidak merasa ada yang membenturkan. Karena secara kelembagaan, resmi mereka menolak dan ada warga yang menolak," kata Yazid.
Meski begitu, Yazid meminta pemindahan acara Harlah NU tidak usah diperpanjang lagi. Panitia juga mengundang mengundang pengurus Muhammadiyah untuk hadir dalam Harlah NU dan memberikan waktu untuk sambutan. "Kalau mereka hadir, kami sangat bersyukur," katanya.
Baca juga: Soal Harlah NU, Pemuda Muhammadiyah Sebut Ada Oknum Mau Adu Domba
Sebelumnya, muncul sejumlah pernyataan dan anggapan NU tidak tepa salira dan ramai di medsos bahkan muncul pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto yang meminta Pemuda Muhammadiyah melakukan apel akbar dan siaga adanya ancaman keamanan. "Saya tidak pernah menyatakan demikian," kata Sunanto.
Baca juga: Wapres Minta Moderasi Beragama Terus Digaungkan
Menurut Sunanto, ada oknum yang ingin mengadu domba antara NU dan Muhammadiyah. "Ada yang senang kalau Ansor dan pemuda muhamamdiyah berperang," imbuhnya. (X-15)
Abdul Mu’ti menukil buku Tom Nichols Matinya Kepakaran (The Death Of Expertise) yang menggambarkan ilmuwan itu semakin tersaingi oleh berbagai teknologi.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Muhammadiyah mendukung penuh tanpa ragu.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat menyikapi perbedaan awal Ramadan dengan bijak serta menjadikan puasa sebagai perekat sosial dan penguat akhlak.
UMAT Islam di berbagai belahan dunia bersiap menyambut puasa Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved