Rabu 04 Maret 2020, 20:02 WIB

Jaga Harmoni, PCNU Yogyakarta Batal Gelar Harlah di Masjid Gedhe

Furqon Ulya Himawan | Nusantara
Jaga Harmoni, PCNU Yogyakarta Batal Gelar Harlah di Masjid Gedhe

Antara
Sejumlah umat berada di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

 

PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta akhirnya memindahkan lokasi penyelenggaraan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-94 Nahdlatul Ulama (NU), ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Yogyakarta dari rencana awal di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, Yazid Afandi, pemindahan karena ada sebagian masyarakat yang merasa keberatan jika acara dilaksanakan di Masjid Gedhe Kauman. Padahal, lanjut Yazid,  panitia sudah mendapatkan izin dari Keraton Ndalem Yogyakarta.

"Untuk menjaga keharmonisan masyarakat dan menghindari mafsadah (kerusakan, pertikaian, perpecahan yang kemungkinan muncul), maka kami pindah lokasinya," kata Yazid di Yogyakarta, Rabu (4/3).

Bagi Yazid, keharmonisan masyarakat jauh lebih penting dibanding lainnya karena segala kegiatan tidak akan bermakna jika dicederai dengan pertikaian.

Yazid juga menampik anggapan yang menyatakan panitia tidak kulo nuwun atau meminta izin warga. Setelah mendapat izin dari Kagungan Ndalem Yogyakarta pada 12 Februari, panitia langsung mengagendakan pertemuan dengan sejumlah takmir masjid, pengurus Muhammadiyah, dan kepolisian.

Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, lanjut Yazid menerima silaturahim PCNU Kota Yogyakarta dan hasilnya mereka mendukung acara Harlah NU dan memberikan beberapa masukan.

"Ketika kami ke PDM, sambutannya baik, mereka memberikan masukan dan kami terima untuk dipertimbangkan," katanya.

Baca juga: Soal Harlah NU, Pemuda Muhammadiyah Sebut Ada Oknum Mau Adu Domba

Pihak takmir masjid, lanjut Yazid, karena kesibukannya baru bisa ditemui pada 1 Maret. Namun beredar di media sosial (medsos), spanduk, dan poster penolakan acara Harlah NU diadakan di Masjid Gedhe Kauman.

"Jadi kalau ada komentar, mbok tepa salira, kami kurang tepa salira bagaimana? Semua sudah kami lakukan dan ajak bertemu," katanya.

Baca juga: Wapres Minta Moderasi Beragama Terus Digaungkan

Meski sudah mendapatkan izin, panitia mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Dan akhirnya pada 27 Februari memutuskan memindahkan tempat. "Kami sebenarnya sudah memutuskan pindah tempat pada 27 Februari," imbuhnya.

Pemindahan lokasi yang dari Masjid Gedhe Kauman ke UNU, lanjut Yazid, seharusnya sudah tidak ada masalah. (X-15)

Baca Juga

ANTARA

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 04:30 WIB
SEJUMLAH pasien positif covid-19 di beberapa daerah sembuh sehingga mereka diperbolehkan pulang ke rumah...
MI/Denny Susanto

Anggaran Korona Jangan Dikorupsi

👤Denny Susanto 🕔Selasa 07 April 2020, 03:45 WIB
PEMANFAATAN anggaran tanggap darurat penanganan pandemi covid-19 atau virus korona jangan sampai...
ANTAR

Pemudik Kucingkucingan dengan Petugas

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 03:05 WIB
SEJUMLAH pemudik tidak menghiraukan imbauan pemerintah agar tidak pulang kampung di tengah pandemi virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya