Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Bangka Belitung (Babel) pada triwulan IV sebesar 3,99 % (yoy) menguat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sementara itu, secara tahunan perekonomian Babel 2019 tetap tumbuh positif sebesar 3,32% (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Babel Tantan Heroika S. Mengatakan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi Babel menguat dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp19,34 Triliun.
Menguatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Tantan, ditopang membaiknya kinerja sektor lapangan usaha utama yaitu sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.
"Lapangan usaha industri pengolahan ini tumbuh 5,06 %(yoy) menguat dari sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,80%, karena membaiknya kinerja industri makanan (CPO) seiring kondisi harga CPO dunia yang meningkat," kata Tantan di Pangkalpinang, Selasa (3/2).
"Industri logam dasar (timah) juga membaik seiring mulai beroperasinya beberapa smelter timah yang berdampak pada ekspor, sehingga lapangan usaha perdagangan tumbuh 2,34% (yoy)," ujarnya.
Hal ini, menurut Tantan, tentu saja, mendorong pertumbuhan ekonomi Babel di tahun 2019 triwulan IV menguat 3,32 % (yoy). Memang diakui Tantan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ini relatif melambat dari tahun 2018 yang mampu mencapai 4,47 % (yoy).
"Melambatnya pertumbuhan ekonomi 2019 dikarenakan adanya tekanan dari dalam negeri dan eksternal, kalau dari dalam negeri adanya musim kemarau panjang berdampak pada sektor pertanian , sedangkan eksternal akibat perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS)," terangnya.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi 2019 ini, tercermin dengan adanya perlambatan dari kerja sektor keuangan dan sistem pembayaran. Pertumbuhan kredit untuk lokasi proyek di Babel hanya tumbuh 16,21% (yoy) lebih rendah dari 2018 lalu 46,49%(yoy).
"Penyaluran kredit untuk sektor industri pengolahan terkontraksi sebesar 29,50%(yoy) 2019 dan ditahun 2018 tumbuh 110,96%(yoy)," ungkap Tantan.
"Penghimpunan dana pihak ketiga juga melambat, begitu pula kredit macet juga mengalami peningkatan," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, dijelaskan Tantan, pertumbuhan ekonomi Babel triwulan I tahun 2020 diperkirakan masih akan tumbuh melambat sejalan dengan masih terbatasnya konsumsi domestik terutama dari konsumsi pemerintah dan investasi (PMTB).
Sedangkan, lanjutnya untuk konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh kuat sejalan dengan meningkatnya optimisme masyarakat ditengah kondisi inflasi yang masih terjaga.
"Secara keseluruhan tahun ini, pertumbuhan ekonomi Babel diperkirakan akan tumbuh menguat dengan momentum perbaikan ekonomi global dan masih kuatnya permintaan domestik," tuturnya.
"Ada beberapa risiko yang perlu mendapatkan perhatian seperti risiko tekanan harga yang tinggi adanya kenaikan tarif cukai rokok, tarif tol, tarif BPJS kesehatan serta penyesuaian harga BBM dan tarif dasar listrik yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, ditambah dengan tertahanya risiko tertahanya industri pengolahan dan pertambangan timah seiring adanya perbaikan regulasi," ucapnya.
Ia menambahkan dari sisi eksternal potensi risiko masih akan terjadi karena perang dagang, dan dampak mewabahnya virus korona.
Sementara itu, Gubernur kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi menguatnya pertumbuhan ekonomi Babel di Triwulan IV tahun 2019 kendati ada perlambatan.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah dan sektor swasta bersinergi dalam upaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif yang memberikan dampak nyata pada peningkatan kinerja, lapangan usaha strategis, peningkatan investasi dan penguatan sumber pertumbuhan ekonomi sehingga mendorong laju pertumbuhan ekonomi Babel.
"Ini langkah baik, semoga ditahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi kita tetap menguat agar memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat khususnya di Babel, makanya kita semua harus terus bersinergi agar dapat mendorong lanjut pertumbuhan ekonomi Babel tahun ini," kata Erzaldi.(RF/OL-09)
Selain memutus akses jalan, kejadian ini juga menimbulkan korban. Dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas saat jembatan roboh terjatuh dan mengalami luka.
Kapolda Babel Irjen Viktor T. Sihombing mengatakan patroli tersebut dilaksanakan oleh personel yang terlibat dalam Operasi Lilin Menumbing (OLM) 2025.
Kenaikan UMP 2026 sebesar 4,05 persen di Bangka Belitung dipandang sudah cukup baik untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Kenaikan harga telur ayam berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.
Sementara Kasat Intelkam Polres Bangka Iptu Djunaidi mengatakan, sejak di penerimaan P3K dibuka kamis lalu jumlah pemohon SKCK membludak.
Tercatat tahun 2024 ada sekitar 28.559 orang mengidap penyakit diabetes, sedangkan di tahun 2025 ini di perkirakan mencapai 30 ribu orang.
Bank Indonesia dorong digitalisasi pembayaran lintas batas via CBDC & LCS untuk kurangi ketergantungan dolar. Simak analisis peluang dan tantangannya di sini.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.892 per dolar AS dipicu eskalasi konflik Iran dan revisi outlook Fitch Ratings terhadap Indonesia menjadi negatif.
Di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah konflik Timur Tengah.
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved