Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Riau menetapkan sebanyak 37 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari sebanyak 31 laporan yang tersebar pada sejumlah daerah. Sedangkan hingga awal Maret tercatat luas lahan yang terbakar dalam kasus tersebut telah mencapai 168,9825 hektare.
"Sebanyak 37 tersangka dari 31 laporan polisi kasus karhutla itu saat ini ditangani oleh masing-masing Polres. Sebanyak 18 kasus dalam proses penyidikan dan 13 kasus telah naik ke tahap 1," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto di Pekanbaru, Senin (2/3).
Sunarto menjelaskan, hingga kini semua tersangka karhutla adalah untuk kasus perorangan. Pihaknya sejauh ini, belum ada menjerat tersangka dari perusahaan atau korporasi. Dalam penegakan hukumnya, kasus karhutla yang menyangkut korporasi akan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
"Seluruhnya merupakan tersangka perorangan," tegas Sunarto.
Sunarto mengungkapkan, Polres Bengkalis saat ini mengangani sebanyak delapan kasus dan sembilan tersangka dengan luas karhutla yang terbakar mencapai 116,53 hektare, kasus terbesar selama ini. Disusul Polres Rokan Hilir menangani 8 kasus dengan 9 tersangka dan luas lahan terbakar sekitar 22,4 hektare.
Selanjutnya, Polres Indragiri Hilir dengan 4 kasus dan 5 tersangka dengan lahan yang terbakar mencapai 14 hektare. Polres Indragiri Hulu sebanyak 1 kasus dengan 3 tersangka dan luas lahan yang terbakar 3,5 hektare.
Kemudian Polres Siak dengan 2 kasus dan 3 tersangka yang luas lahan terbakar mencapai 2,5 hektare. Polres Dumai sebanyak 2 kasus dengan 2 tersangka dan luas karhutla mencapai 5 hektare.
Selain itu, Polres Meranti menangani sebanyak 4 laporan dengan 4 tersangka dan luas karhutla mencapai 2,0375 hektare. Kemudian Polresta Pekanbaru dengan 2 kasus dan 2 tersangka yang luas karhutla mencapai 1,015 hektare. (OL-13)
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved