Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem diduga menyebabkan tiga nelayan Desa Baru Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Bangka Belitung (Babel) dikabarkan hilang melaut sejak Rabu (26/2). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa mengatakan ketiga nelayan yang dikabarkan hilang tersebut adalah Kapten Dalek, 38, ABK Darwis, 17 dan Sudirman, 15.
"Berdasarkan laporan pemilih perahu atas nama Husin ketiga anak buahnya berangkat melaut Sabtu (22/2) dari pelabuhan nelayan Desa Kurnia Belitung timur sekitar pukul 04.30 WIB," kata Mikron, Minggu (1/3).
Ketiga nelayan itu mencari ikan di di seputar Karang Batu Belitung Timur. Berdasarkan pengakuan sejumlah nelayan, ketiga nelayan itu sempat bertemu dengan rekan-rekannya pada Rabu (26/2) dan berlabuh di perairan Alengke, timur laut Karang Berlian.
"Ketiganya sampai saat ini belum kembali. Ciri-ciri kapal yang mereka pakai berwarna biru merah dengan lis putih," terangnya.
Tim gabungan dari Basarnas, Polairud,TRC BPBD,Tagana,TNI AL, keluarga korban langsung melakukan pencarian.
"Tim gabungan Minggu (1/3) sekitar pukul 10.30 WIB sudah turun untuk melakukan pencarian ketiga nelayan tersebut," tuturnya.
baca juga: Cuaca Buruk Landa Perairan NTT
Dia menambahkan Tim Satgas gabungan telah menghentikan pencarian nelayan yang hilang di perairan Rebo Bangka. Alasannya sudah tujuh hari masa pencarian dan hasilnya nihil.
"Sabtu kemarin, ada laporan pencari rongsokan di pesisir pantai Lubuk Besar Bangka Tengah menemukan sosok mayat dengan kondisi tidak ada kepala, daging hanya menyisakan di bagian telapan kaki dan pinggul," imbuhnya.
Hanya saja, diutarakan Mikron, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu jasad nelayan yang hilang di perairan Rebu Sungailiat Bangka atau bukan. Untuk memastikan identitas mayat tersebut harus dilakukan tes DNA. (OL-3)
Pesawat Pelita Air AT-802 rute Tarakan–Krayan jatuh di Nunukan. Pilot ditemukan meninggal dunia, cuaca buruk diduga menjadi penyebab insiden.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved