Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, saat ini 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka sudah terserang DBD.
"Kasus DBD di Sikka terus meningkat. Data saat ini sudah mencapai 868 kasus. Sementara yang meninggal akibat DBD tercatat sudah tujuh orang. Yang meninggal ini didominasi oleh anak-anak," ujar Petrus Herlemus, Selasa (25/02/20).
Ia mengatakan, dari Januari hingga Februari tahun 2020, kasus DBD di Sikka sangat menggila apabila dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga butuh penanganan yang luar biasa.
"Pada saat dinyatakan KLB jumlah DBD meningkat lebih dramatis. Ini menunjukkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Sikka belum berjalan maksimal," ujar Petrus.
Dirinya juga menyampaikan, kasus DBD di Sikka yang meningkat ini sudah mendapatkan teguran dari kementerian kesehatan. Selain itu, ia juga mengutarakan kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatas daya tampung di rumah sakit untuk menampung pasien DBD. Dan juga, tenaga kesehatan seperti dokter mengalami kekurangan.
Dikatakannya, saat DBD meningkat di Sikka, dirinya merasa ketakutan sebab tiga alat analyzer untuk pemeriksaan darah milik dinas kesehatan yang diletakkan di puskesmas terancam mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, telah menyurati Kementerian Kesehatan RI guna meminta bantuan tambahan 5 buah alat analyzer DBD. Yang ada saat ini sudah bekerja over kapasitas.
Analyzer DBD di 3 Puskesmas dan RSUD di Sikka saat ini mengalami over kapasitas karena telah bekerja diluar kapasitasnya.
"Alat analyzer kita sudah di luar kapasitas bekerjanya. Yang biasanya satu hari maksimalnya 100 sampel. Sekarang, dalam satu hari 200 ke atas sampel darah yang diperiksa. Alat ini sudah mulai onar. Ini yang saya khawatirkan. Bisa repot nantinya," tandasnya. (PT/OL-10)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved