Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA rumah warga kurang mampu di Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng) ''disulap'' menjadi tempat tinggal layak huni.
Hal itu bentuk kepedulian yang diluncurkan PT Regal Springs Indonesia (RSI) dalam rangka mendukung program pemerintah.
“Pembangunan RTLH merupakan program keberlanjutan Kami Peduli,” ujar Community Affairs Senior Manager PT RSI, Dian Octavia, Kamis (20/2).
Menurutnya, pekerjaan pembangunan rumah tinggal layak huni (RTLH) dilaksanakan secara kemitraan dengan pemerintah Desa Sendang dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Pihak desa yang menentukan rumah warga kurang mampu yang berhak mendapatkan program rehabilitas RTLH. Pembangunan dilakukan secara gotong royong melibatkan masyarakat setempat.
“Rahabilitasi RTLH dengan tujuan agar rumah menjadi lebih sehat dan lebih layak huni,” ujar Dian.
Di samping pembangunan RTLH, lanjut Dia, pihaknya juga memberikan bantuan tambahan makanan untuk posyandu di Desa Sendang.
“Kami juga membangun jembatan yang semula terbuat dari kayu menjadi jembatan beton sehingga lebih aman bagi warga,” katanya.
Kepala Desa Sendang, Sukamto, dalam kesempatan sama menyatakan ada tiga warga yang mendapat program pembangunan RTLH, yakni Poniman, Teguh, dan Mulyono.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SRI atau Aqufarm atas bantuan pembangunan rumah bagi warga,” ujar dia.
Senada disampaikan Poniman yang merasa senang karena rumahnya yang semula dari papan kurang layak huni telah dibangun menggunakan batako dan lantai telah dipelester semen.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kebupatan Wonogiri, Mubarok menyatakan jumlah rumah tidak layak huni masih ada 3.000.
“Adanya bantuan dari SRI pembangunan RTLH ini dapat mengurangi rumah tidak layak huni sehingga dapat mengentaskan kemiskinan. (OL-2)
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved