Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 32,3 kilogram (Kg) sabu diamankan Polda Jawa Timur dari pelaku jaringan internasional.
Ditangkap tiga tersangka, dua tersangka dilakukan tindakan tegas terukur karena melakukan upaya perlawanan pada petugas saat hendak diamankan. Satu tersangka lain inisial F masih dalam proses pemeriksaan guna dilakukan pengembangan kasus.
"Dua minggu lalu sudah diungkap Polda Jatim dan dikembangkan. Kapolrestabes pimpin ungkap jaringan internasional asal Malaysia melalui Aceh ke Jatim ini. Hasilnya ditemukan sabu 32,3 kg," kata Kapolda Jatim Irjen Pol, Luki Hermawan di Surabaya, kemarin.
Hasil ungkap sabu itu memang hasil pengembangan ungkap yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim. Selain narkoba jenis sabu, diamankan pula 14.263 butir ekstasi dan 3,8 juta pil koplo.
''Ini pengembangan kasus yang diungkap Polda. Jaringan Aceh dan Malaysia yang dikirim kurir perempuan dengan menyimpan sabu di kemaluan. Ada juga jaringan Pamekasan Madura dan Bangkalan Madura. Ini hasil kerjasama dengan masyarakat sehingga bisa kami ungkap," jelasnya.
Kapolda mengatakan, di penghujung 2019 sudah gencar masuk jaringan narkoba ke wilayah Jatim.
"Narkoba ini yang jadi perhatian Bu Gub (Khofifah Indar Parawansa) dan tokoh agama untuk kami lakukan tindakan khusus," jelasnya.
Kedepan, lanjut dia, pihaknya dengan jajaran bersama-sama dengan aparat lain melakukan kegiatan preventif dan represif guna menekan
peredaran gelap narkoba.
"Memang distribusi utama dalam beberapa jaringan ini targetnya masuk ke Jatim. Satgas Narkoba Polda dan Polres tentunya akan terus perangi narkoba," ujarnya.(OL-2)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved