Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 14.079 areal persawahan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), gagal tanam akibat curah hujan yang minim. Puluhan ribu areal persawahan itu tersebar merata di 24 kecamatan.
Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandes mengatakan, dari 14.269 hektare areal persawahan yang ada di Timor Tengah Utara, baru terealisasi 190 hektare. Sisanya 14.079 hektare sama sekali belum ditanam.
"Areal persawahan yang sudah ditanam itu terdapat di Kecamatan Mutis dan Biboki Anleu," katanya, Jumat (14/2).
Padahal luas lahan sawah di Biboki Anleu sebanyak 2.779 ha, terbanyak di antara kecamatan lainnya. Sedangkan di Kecamatan Mutis, luas lahan sawah sebanyak 642 ha.
Baca juga: Tiga Hari Kedepan, Bali Diguyur Hujan
Menurutnya, areal persawahan di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste itu dibagi dua yakni areal yang berada di wilayah kekeringan sebanyak 9.289 ha di 11 kecamatan dan lahan basah seluas 4.980 ha tersebar di 13 kecamatan.
"Para penyuluh sedang berupaya mengarahkan masyarakat agar menanam kacang hijau umur pendek," tandasnya.
Menurut Raymundus, dalam waktu dekat, pemerintah akan membagikan bibit tanaman umur pendek kepada petani.
Raymundus juga minta pemerintah provinsi turut membantu warganya yang terancam menderita krisis pangan karena tidak dapat mengolah lahan untuk menanam padi.
"Kita akan mengalami paceklik sekitar September jika petani gagal tanam," ujarnya.
Saat ini, para kepala desa, camat, dan dinas pertanian mengumpulkan data petani korban kekeringan dan lahan mereka sebelum melakukan intervensi seperti pembagian benih gratis. (OL-1)
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved