Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menyebar di 21 dari 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/2). Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Minggu Mere mengatakan korban DBD telah mencapai 1.096 orang dan korban meninggal sebanyak 13 orang.
Dari 21 kabupaten tersebut, tiga kabupaten telah mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) karena adanya peningkatan kasus dan korban meninggal. Serta jumlah korban meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sudah tiga kabupaten KLB DBD yaitu Sikka, Alor, dan Lembata," kata dokter Dominikus Minggu Mere kepada wartawan.
Setelah mengumumkan status KLB, Dinas Kesehatan NTT langsung mengirim bantuan tim dokter ke tiga daerah itu yakni dokter ahli anak, dokter ahli patologi klinis dan dokter ahli penyakit dalam, serta abate, plasma darah, dan dalmalatian untuk fogging (pengasapan).
Sedangkan pihak kabupaten telah mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk bersama-sama memerangi DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sampai Sabtu siang, korban DBD di Sikka mencapai 433 orang dengan 4 korban meninggal, Lembata 107 korban dengan satu korban meninggal, serta Alor 98 korban dan dua korban meninggal.
baca juga: Tiga Vila dan Satu Musala Tertimbun Longsor di Purwakarta
Peningkatan kasus DBD juga terjadi di Kota Kupang sebanyak 193 orang dengan tiga korban meninggal, namun belum ditetapkan KLB.
"Untuk Kota Kupang, hari ini digelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan penatalaksanaan kasus," katanya. (OL-3)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved