Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 11 orang positif terjangkit Demam Berdaerah Dengue (DBD) sepanjang Januari lalu. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana menjelaskan sepanjang Januari 2020 sebanyak 30 orang di Kabupaten Cirebon
dinyatakan suspect DBD.
"Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya dinyatakan positif menderita DBD dan tidak ada yang meninggal dunia," kata Nanang, Kamis (6/2).
Jumlah penderita DBD sepanjang Januari menurut Nanang cukup tinggi dan sebaran terbanyak ada di wilayah timur, selatan dan utara Kabupaten Cirebon.
"Kami juga sudah bergerak dan melakukan tindakan," ungkap Nanang.
Di antaranya dengan melakukan fogging di tempat-tempat sekitar tempat tinggal penderita DBD. Menurut Nanang, fogging saja tidak cukup. Ia meminta peran serta masyarakat tetap dibutuhkan untuk pencegahan penyebaran penyakit DBD.
"Apalagi intensitas hujan saat ini sedang tinggi-tingginya," kata Nanang mengingatkan.
Curah hujan yang tinggi bisa menimbulkan genangan air bersih di beberapa tempat. Bila tidak dibersihkan bisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk termasuk nyamuk DBD. Karena itu, Nanang meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara melakukan gerakan 3M, serta pemberikan bubuk larvasida.
baca juga: PN Subang Kini Punya Pelayanan E-Litigasi
Selain itu, upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan memelihara ikan cupang di tempat-tempat yang tergenang air dan menanam bunga lavender.
"Kami juga telah menyebarkan surat ke puskesmas agar mereka melakukan kewaspadaan dini," ungkap Nanang.
Kepada masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat jika mengalami panas demam lebih dari 3 hari. (OL-3)
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved