Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meresmikan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kemarin. Terowongan air yang menjadi bagian pembenahan Sungai Citarum itu ditargetkan untuk mengendalikan banjir di Kabupaten Bandung.
"Ini upaya kita dalam mengatasi banjir yang ada di Kabupaten Bandung dan juga wilayah di bawahnya (hilir). Program besarnya baru menyelesaikan yang di hulu. Sangat, sangat efektif (mengurangi banjir)," kata Presiden Jokowi saat meresmikan Terowongan Nanjung.
Sebelum acara peresmian, Jokowi sempat meninjau kondisi Terowongan Nanjung. Presiden didampingi antara lain Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Terowongan Nanjung berada di Curug Jompong, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Terowongan di Sungai Citarum itu terdiri atas 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter.
Terowongan dibangun sebagai solusi untuk mengatasi penyempitan alur Sungai Citarum di titik tersebut akibat kontur berbatu kanal Curug Jompong.
Presiden menambahkan penyelesaian pembangunan terowongan akan dilanjutkan pembangunan sistem pengendali banjir lainnya di Bandung, antara lain pembangunan embung, pembangunan kolam retensi, dan normalisasi sungai.
"Kalau ini semua selesai, insya Allah setelah 2020 ini banjir-banjir yang dulunya selalu terjadi di cekungan Bandung ini tidak terjadi lagi," ungkap Jokowi.
Menteri PU-Pera Basuki Hadi-muljono mengatakan pembangunan terowongan merupakan bagian dari sistem pengendalian untuk banjir yang kerap terjadi di kawasan Bandung Selatan.
Menurut Basuki, terowongan itu juga berfungsi memperlancar aliran air Sungai Citarum di Curug Jompong serta mengurangi durasi dan luas genangan yang sering terjadi pada saat musim hujan di Kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya.
Sebelum ada terowongan, imbuh Basuki, wilayah Dayeuhkolot rentan tergenang banjir saat debit air Sungai Citarum mencapai 300 meter kubik per detik.

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Suasana Terowongan Air Nanjung setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).
Menurut Basuki, luasan genangan air di kawasan itu bisa berkurang dari yang tadinya 400 hektare menjadi sekitar 80 hektare.
"Terjadi banjir karena ada yang namanya Curug Jompong, jadi sungainya ada lengkungan sehingga membuat air tertahan," imbuh dia.
Menteri Basuki menambahkan pihaknya juga tengah membangun embung Cieunteung seluas 5 hektare. Embung itu akan digunakan sebagai penampungan air.
Di samping itu, ditargetkan juga pembangunan tujuh kolam retensi yang akan dibangun dalam proyek pengendalian banjir tersebut.
"Kalau sudah selesai embung di Cieunteung dan Cisangkuy, kita akan fokus membenahi ke muara Sungai Citarum di Muara Gembong sampai Karawang yang akan dibangun bendungan di Sungai Cibeet," tukas Basuki.(Dhk/DG/X-10)
POLDA Metro Jaya menegaskan bahwa status wajib lapor bagi Rismon Sianipar, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah Jokowi
Rismon telah mempublikasikan video permintaan maafnya lewat kanal YouTube Balige Academy.
Advokat Jahmada Girsang yang mendampingi Rismon Sianipar menyatakan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan.
PAKAR telematika yang juga kasus dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden RI ke-7, Joko Widodo Roy Suryo merespons permohonan restorative justice yang diajukan Resmon Sianipar
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved