Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
Aparatur desa dan warga di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikerahkan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di
wilayahnya masing-masing. Ini menyusul bertambahnya penderita demam berdarah dengau (DBD) di daerah itu.
Pada Sabtu (25/1) pagi, ada 206 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit yang berasal dari 19 kecamatan, kecuali Kecamatan Palue dan
Waiblama yang belum melaporkan kasus DBD.
Seluruh pasien dirawat di tiga rumah sakit yakni RS TC Hillers sebanyak 180 orang, RS Gabriel Kewapante (21 orang), dan RS Lela (5 orang). Sedangkan korban meninggal akibat DBD di kabupaten itu sebanyak dua orang. Kasus ini telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus menyebutkan, penanganan DBD telah dibagi dalam empat yang masing-masing
ditangani satu tim. Setiap tim bersama aparatur desa dan warga melakukan PSN untuk memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit DBD.
"Tempat tidur di rumah sakit itu cukup, tetapi kami menyiapkan tiga puskesmas di wilayah kota jiak ada tambahan pasien," kata Petrus
Herlemus kepada Media Indonesia.
Selain itu, dinas kesehatan menambah tenaga medis di setiap puskesmas agar pelayanan kepada masyaraat dipercepat. "Seluruh tenaga medis siaga
selama 24 jam," tambahnya.
Mulai Senin (27/1) dilakukan fogging atau pengasapan massal di seluruh lokasi penularan DBD. Dia berharap langkah-langkah yang ditempuh pemerintah daerah setempat segera mengakhiri wabah DBD di daerah itu.
Sedangkan penderita DBD di seluruh NTT berjumlah 353 orang terdapat di 12 dari 22 kabupaten dan kota. Total korban meninggal akibat DBD di NTT
4 orang. (PO/OL-10)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved