Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Para tersangka dituduh melakukan pembakaran hutan dan lahan seluas 79,515 hektare (ha).
"Sejauh ini sudah sebanyak 9 tersangka karhutla yang diamankan pada sejumlah daerah di Riau," jelas Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Sunarto di Pekanbaru, Kamis (16/1).
Dijelaskannya, sembilan tersangka itu berasal dari tujuh kasus karhutla yang sedang disidik polisi. Sebanyak dua kasus dengan dua tersangka dan luas lahan terbakar mencapai 70 ha ditangani Polres Bengkalis.
Kemudian Polres Dumai menyidik dua kasus dengan dua tersangka dengan luas lahan yang terbakar oleh tersangka sekitar 5 ha. Selanjutnya sebanyak tiga tersangka dalam satu kasus ditangani Polres Indragiri Hulu dengan luas lahan yang dibakar sekitar 3,5 ha.
Adapun Polres Siak menangani satu kasus dengan satu tersangka dengan luas lahan terbakar sekitar 1 ha. Dan Polresta Pekanbaru satu kasus dengan satu tersangka yang membakar lahan seluas 0,015 ha.
Sunarto juga menegaskan penanganan kasus karhutla selalu menjadi prioritas Polda Riau. Termasuk langkah antisipasi terus dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengimbau seluruh kabupaten dan kota untuk waspada karhutla.
Demi langkah cepat pencegahan, BPBD mendorong daerah yang terbakar untuk segera menetapkan status siaga darurat karhutla supaya dapat segera ditanggulangi.
"BMKG telah menginformasikan curah hujan ada penurunan khususnya daerah bagian utara Riau. Sepert Meranti, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Siak," jelasnya.
Edwar mengatakan, untuk kabupaten dan kota yang daerahnya sudah ada terdapat titik panas diperbolehkan meningkatkan status siaga darurat karhutla.
"Karena untuk sekarang kita lebih mengutamakan pencegahan daripada penanganan," tegasnya. (OL-11)
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved