Jumat 10 Januari 2020, 10:27 WIB

Banjir Grobogan dan Demak, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Grobogan dan Demak, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

Antara
Foto udara kondisi tanggul Sungai Tuntang yang jebol dan mengakibatkan banjir di Desa Trimulyo, Guntur, Kabupaten Demak, Kamis (9/1/2020)

 

BANJIR meluapnya sungai dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Bendungan Glapan di Kecamatan Gubug, Grobogan mengakibatkan ribuah rumah di Grobogan dan Demak terendam. Ribuan warga mengungsi karena ketinggian air mencapai 1 meter. Banjir merendam 2.173 rumah di Grobogan, 10 rumah di antaranya hilang, sedangkan di Demak sebanyak 200 rumah terendam banjir.

Akibatnya sebanyak 1.700 warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak mengungsi ke daerah aman dan sebagian bertahan mengungsi di tanggul sungai dengan menggunakan tenda plastik seadanya. Mereka hanya tidur di atas tikar, akibat meluapnya Sungai Tuntang yang dipicu jebolnya tanggul.

"Kita siapkan bantuan untuk mencukupi 6.000 jiwa dan segera didistribusikan. Saat ini ada 1.500 pengungsi. Bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan mereka," kata Kepala Bidang Rehab Rekonstruksi BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, Jumat (10/1/).

Ketika banjir mulai merendam desa dan maduk ke rumah, ujar Suprapto, tim BPBD Demak dibantu aparat dari kepolisian, TNI dan relawan melakukan evakuasi 800 jiwa baik itu anak-anak dan dewasa ke lokasi yang lebih aman. Sebagian lainnya lebih dulu bertahan di tanggul sungai.

Ada empat kecamatan di Demak yang saat ini berstatus waspada banjir yaitu Kecamatan Keboganung, Wonosalam, Bonang, dan Karangtengah. Selain ancaman meluapnya Sungai Tuntang, juga meningkatnya volume air di Bendungan Wilalung.

Sedangkan di Grobogan, jebolnya bendungan di Desa Glapan, Kecamatan Gubug, semakin memperparah kondisi banjir yang mencapai ketinggian 40-100 centimeter di delapan kecamatan. Tercatat ada satu orang yang hingga kini belum ditemukan, diduga terhanyut saat terjadi banjir. Delapan kecamatan di Grobogan yang terendam banjir yakni Kecamatan Purwodadi, Penawangan, Karangrayung, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Godong dan Tegowanu.

"Jika hujan lebat lagi, kita khawatir akan semakin meningkatkan banjir di sini," ujar Marwoto, warga Gubug, Grobogan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang langsung mendatangi daerah banjir di Grobogan. Ia mengatakan penanganan terhadap bencana banjir di daerah ini cukup baik, evakuasi terhadap warga terlanda banjir serta logistik dapat diatasi oleh Pemkab Grobogan.

"Untuk menangani rumah yang rusak atau hancur akibat banjir, jika Pemkab Grobogan kekurangan anggaran pemerintah provinsi siap mengucurkan bantuan," kata Ganjar Pranowo.

baca juga: Mereka Hadir di Tengah Bencana

Menyangkut jebolnya tanggul sungai dan bendungan, lanjut Ganjar, PSDA dan Balai Besar Wilayah Sungai akan segera melakukan penanganan dengan mendatangkan alat berat untuk penanggulangan darurat. (OL-3)

 

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Kawasan Agropolitan dan Kampung Inggris Barito Kuala Disapu Banjir

👤Denny Susanto 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:58 WIB
WIilayah hilir DAS Barito, Kabupaten Barito Kuala menjadi daerah terparah dilanda bencana banjir di Provinsi Kalimantan...
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Erupsi Merapi Tidak Berdampak ke Kabupaten Magelang

👤Tosiani 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:51 WIB
Luncuran lava dan awan panas hasil erupsi Gunung Merapi sejauh ini tidak berdampak pada wilayah Kabupaten Magelang, Jawa...
MI/LILIEK DHARMAWAN

Distribusi Terhambat, Harga Kebutuhan Pokok di Kalsel Melonjak

👤Denny Susanto 🕔Kamis 28 Januari 2021, 09:43 WIB
"Ada kenaikan harga kebutuhan pokok terutama jenis sayuran lokal, seperti kacang panjang, kecambah, tomat, kangkung, petai, cabe...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya