Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN kampus Universitas Jember (Unej) ternyata tidak hanya menjadi lokasi favorit bagi masyarakat Jember dan sekitarnya untuk beraktivitas, bahkan burung pun memilih kampus tersebut sebagai habitatnya.
Salah satu dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Agung Kurnianto mengatakan banyak burung memilih berkembang biak di kampus tersebut karena vegetasinya beragam dan terjaga dengan baik.
Dalam sebuah pengamatan yang dilakukannya, sudah terdata puluhan jenis burung yang hidup di Kampus Tegalboto. Agung pun menemukan dua jenis burung yang seharusnya hidup di hutan malah ada di Kampus Tegalboto.
"Dari pengamatan burung pada tanggal 22 Desember, kami menemukan ada 20 jenis burung yang berkembang biak di kampus ini. Bahkan kami menemukan burung jenis Bondol Haji dan Takur Ungkut-Ungkut yang biasanya hidup di hutan ternyata ada di lingkungan Kampus Universitas Jember," kata Agung Kurnianto saat ditemui di Fakultas Pertanian, Kamis (26/12).
Baca juga: Menristek-Dikti Resmikan Gedung Laboratorium Bioteknologi Unej
Agung menduga jenis burung yang hidup di kampus ini yakni Cekakak Jawa, Trucukan, Caladi Tilik atau Pelatuk, Kutilang, Sepah Kecil, Layang-Layang Loreng, Wiwek Kelabu dan masih banyak lagi. Hal ini karena ada kemungkinan beberapa jenis burung migran juga menjadikan Kampus Tegalboto sebagai lokasi transit di Indonesia.
"Secara teratur burung migran berpindah dari daerah asalnya karena menghindari musim dingin ke daerah yang lebih hangat guna mencari makan. Nah karena vegetasi di kampus kita bagus, maka mereka kerasan tinggal di sini. Biasanya burung migran ini mulai meninggalkan daerah asalnya di wilayah Asia Timur sekitar bulan September, nanti di bulan Maret akan kembali lagi ke wilayah Asia Timur," tuturnya.
Dosen asal banyuwangi ini pun menyebut keberadaan burung di kampus menjadi indikator sehatnya sebuah ekosistem. Pasalnya burung akan mencari daerah yang menyediakan banyak bahan pangan baginya.
Keberadaan burung ini juga akan diikuti oleh fauna lainnya semisal burung predator seperti elang, ular, tupai dan hewan lainnya.
"Keanekaragaman hayati di kampus ini wajib kita jaga, karena jarang ada wilayah di perkotaan punya jenis burung hingga 20 macam. Salah satu cara menjaganya adalah dengan melarang perburuan hewan dan menjaga vegetasi yang ada. Setiap pembangunan fasilitas wajib diimbangi dengan penanaman pohon, agar Kampus Tegalboto tetap menjadi surganya burung di Jember," pungkasnya.(OL-5)
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Langkah ini dilakukan menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved