Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN bekerja sama dengan Basarnas mengevakuasi bangkai bus Sriwijaya yang terjun masuk ke Sungai Lematang di Pagaralam, Sumatra Selatan, Kamis (26/12), untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolres Pagaralam, Ajun Komisaris Besar Pol Dolly Gumara, mengatakan, evakuasi bangkai bus itu hanya mengambil bagian tertentu terkait kebutuhan data penyelidikan atas kecelakaan yang merenggut nyawa 35 orang, dan korban selamat 13 orang itu pada Senin (23/12) malam lalu.
"Tak seluruh bangkai bus akan dievakuasi ke permukaan, hanya bagian-bagian tertentu untuk kepentingan investigasi. Ini juga terkait dengan keterbatasan peralatan," kata dia lagi.
Ia mengatakan, evakuasi ini dilakukan sejak pagi oleh tim gabungan dari Basarnas dan Ditlantas Polda Sumsel.
Dalam kegiatan itu juga dipastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalam bus tersebut, katanya pula.
Baca juga: 30 Ribu Babi di Sumut Mati Terkena Hog Kolera
"Sampai hari ini data korban meninggal dunia ada 35 orang, dan jasad sudah sudah dibawa oleh keluarga masing-masing," kata Dolly.
Sebelumnya, bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang terjun ke sungai di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12), sekitar pukul 23.15 WIB.
Bus Sriwijaya itu diduga tidak dapat menaiki tanjakan tajam, sehingga mundur menabrak beton pembatas. Bus kemudian terjun masuk ke jurang setinggi 8 meter.
Atas kejadian ini, kepolisian setempat menggelar razia setidaknya tiga kali dalam satu hari untuk memeriksa kendaraan (bus) yang akan melintas jalur ekstrem tersebut.
"Sasaran kami bus-bus tua yang kondisi sudah tidak layak jalan. Jika kedapatan ada yang tidak layak, langsung kami kandangkan," kata dia lagi. (Ant/OL-1)
PT Transjakarta menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan di Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan akan memanggil pemilik bus Cahaya Trans B 7201 IV yang mengalami kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
Perusahaan Otobus (PO) Cahaya Trans memutuskan menghentikan sementara seluruh operasional bus reguler antar kota antar provinsi mulai 26 Desember 2025.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Sopir bus Cahaya Trans jadi tersangka dalam kasus kecelakaan bus Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved