Minggu 22 Desember 2019, 11:27 WIB

Rumah Bersubsidi Terus Digulirkan di Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
Rumah Bersubsidi Terus Digulirkan di Tasikmalaya

Antara
Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 triliun dalam rangka pembiayaan 102.500 rumah murah bersubsidi pada 2020.

 

MASYARAKAT Tasikmalaya memiliki penghasilan rendah tetap bisa mendapatkan rumah, dengan bantuan pembiayaan dari Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP). Direktur Layanan BLU PPDPP Kementerian PUPR, Agusny Gunawan mengatakan, skema untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah berupa pengelolaan dana investasi dari pemerintah yang telah digulirkan kepada masyarakat melalui bank pelaksana.

Dalam, pengelolaan dana bergulir, dikemas dalam bentuk kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera yang bisa dilakukan secara konvensional maupun dengan prinsip syariah.

"Salah satu langkah konkrit yang dilakukannya mendorong pemenuhan rumah sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan dibangunnya rumah bersubsidi," kata Agusny Gunawan saat melakukan peletakan batu pertama rumah bersubsidi di Perum Mega Mutiara Regency, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/12/2019).

Agusny mengatakan proyek perumahan yang dibangun di atas tanah seluas 50 hektare, dan diharapkan bisa memenuhi kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Program ini harus didukung penuh seluruh pihak baik dari pemerintah daerah maupun bank pelaksana termasuk pengembang. Masyarakat yang akan mengambil tak dikenakan PPN artinya bebas mulai dari premi asuransi kebakaran, jiwa, kredit, tenor hingga 20 tahun dengan uang muka ringan hingga angsuran cicilan bisa terjangkau," tambahnya.

Menurutnya, selama 2019, Kementrian PUPR sudah menyalurkan dana FLPP Provinsi Jawa Barat sebanyak 16.318 unit rumah atau (21,25%) nilai fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan senilai Rp1,6 triliun (21,80%).

Untuk, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya telah disalurkan sebanyak 435 unit (0,57%) dengan nilai FLPP senilai Rp40,08 miliar (0,54%). Bila  dihitung mulai 2010 sampai 16 Desember 2019, penyaluran dana dari FLPP di seluruh Indonesia sudah mencapai 655.089 unit dengan nilai Rp44,31 triliun.

baca juga: Golkar Usung Tradisi Urunan Danai Pilkada 2020

"Untuk proyeksi 2020, pemerintah telah mengalokasikan dana kembali dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) senilai Rp11 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengembalian pokok untuk membiayai 102.500 unit rumah sejahtera. Namun, target tersebut meningkat 48 persen lebih banyak dibandingkan 2019, yaitu 168.858 unit rumah sejahtera, untuk memenuhi target tersebut. BLU PPDPP kembali bekerja sama dengan bank pelaksana sebanyak 37 bank, terdiri dari 10 bank nasional dan 27 bank pembangunan daerah," paparnya. (OL-3)

 

Baca Juga

DOk/BOGASARI

Bogasari Bantu 20 Ribu Roti Untuk Korban Banjir

👤Media Indonesia 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:55 WIB
Bersama distributor dan mitra UKM, Bogasari membagikan roti kepada korban banjir selama 10...
ANTARA/Bayu Pratama

Kebijakan Satu Peta belum Diterapkan, Bencana pun Terus Berulang

👤Denny Susanto 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:25 WIB
Bencana alam terus terjadi dan nyaris tidak pernah bisa dicegah. Daya dukung lingkungan yang merosot jadi...
MI/Palce Amalo

Longsor di Kupang, Dua Tewas dan 140 Orang Mengungsi

👤Palce Amalo 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:11 WIB
Korban tewas adalah pasangan suami istri Paulus Takela, 35, dan Welmince Lakmau, 28, sedangkan anggota keluarga mereka, Jefri Lakmau dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya