Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBLESNYA jalan by pass, Kelurahan Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Jumat (20/12), memakan korban. Harmusti, 64, ditemukan meninggal dunia, pukul 13.45 WIB, setelah terperosok ke jalan ambles saat pergi salat subuh.
"Harmusti pergi salat subuh ke masjid pada pukul 05.15 WIB, namun terperosok kedalam lubang pada ruas jalan by pass, KM 2 Gulai Bancah yang berada di depan rumah yang bersangkutan. Korban berhasil ditemukan oleh Tim Sar gabungan pada 13.30 WIB dalam keadaan meninggal," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Rumainur, Jumat (20/12)
Korban, kata Rumainur, ditemukan di kedalaman sekitar 10 meter. Pencarian korban dilakukan lebih kurang tujuh jam, dengan dibantu alat berat.
Menurut pakar geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Ade Edward, kawasan tanah yang ambles tersebut merupakan kawasan potensi sinkhole (depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau
keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah).
"Kawasan sinkhole ini berada di daerah dataran rendah Bukittinggi hingga Kamang di Kabupaten Agam sudah diketahui sebelumnya, tapi belum jadi perhatian," tukasnya. (Ol-11)
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Desember 2025 (Sabtu-Minggu). Fenomena astronomi tahunan ini bisa disaksikan dari berbagai belahan duni
Informasi ini membantu ilmuwan memahami masa depan aktivitas tektonik, kestabilan medan magnet, dan bagaimana Bumi terus berubah dari waktu ke waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved