Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Negeri Klaten, Jateng, memusnahkan barang bukti narkotika, psikotropika, dan kosmetik tak berizin di halaman kantor kejaksaan, Kamis (19/12). Pemusnahan barang bukti perkara yang sudah berketapan hukum tetap tersebut dipimpin Kajari Klaten yang diwakili Kasi Pidum, Adhie Nugroho, dengan disaksikan wakil dari Forkopimda Klaten.
Barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu terdiri dari sabu 21,98 gram, psikotropika (pil) sebanyak 6.231 butir, ratusan kosmetik, serta barang bukti perkara perjudian dan penganiayaan. ''Pemusnahan barang bukti meliputi 35 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode September-Desember 2019," jelasnya kepada pers di sela pemusnahan barang bukti tersebut.
Menurut Adhie, Kejari Klaten sepanjang 2019 menangani sebanyak 237 perkara. Dari jumlah itu, 225 perkara masih proses penyelidikan, 207
perkara dalam penuntutan, dan 221 perkara yang telah diputus pengadilan.
Sementara itu, Polres Klaten memusnahkan ratusan botol minuman keras (miras) hasil operasi pada Juni-September 2019. Pemusnahan miras dilakukan di lapangan parkir seusai apel gelar pasukan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru, dengan dipimpin Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar.
Ratusan botol miras yang dimusnahkan dengan menggunakan alat berat jenis stoom walls itu, terdiri dari 753 botol berbagai merk dan miras oplosan ciu 275,2 liter.
Wakapolres Zulfikar mengatakan, operasi miras di wilayah hukum Polres Klaten kini terus digencarkan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. "Untuk cipta kondisi daerah yang aman, tertib, dan kondusif kami terus menggiatkan operasi pekat (penyakit masyarakat) di Klaten," pungkasnya. (JS/OL-10)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved