Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUDIK Natal dan Tahun Baru yang menumpang kapal milik PT Pelni KM Bukit Siguntang, terpaksa diturunkan di tengah laut akibat tenggelamnya KM Shinpo 16 yang menutupi 170 meter Panjang Pelabuhan Laut Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/12) subuh.
Aktivitas bongkar muat di tengah laut itu memakan waktu lebih dari 5 jam. Dalam situasi normal, KM Bukit Siguntang butuh waktu 2 jam untuk aktivitas bongkar muat.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 3 Lewoleba, Bambang Arifin Atu, mengatakan, aktivitas bongkar muat 700 penumpang baik yang naik maupun turun dari KM Bukit Siguntang terpaksa dilakukan di tengah laut. KM Bukit Siguntang yang biasanya sandar di Pelabuhan laut Lewoleba, harus menurunkan penumpang dan barang di tengah laut.
Kemudian, ferry KM Gandha Nusantara 03 mengangkut penumpang dan barang menuju pelabuhan laut Lewoleba. KM Gandha Nusantara 03 ini sandar di pelabuhan laut Lewoleba.
"Sebanyak 700 penumpang ditambah barang-barang milik penumpang diturunkan ke ferry KM Gandha Nusantara 03. Karena bayaknya penumpang bertepatan dengan mudik Natal dan Tahun Baru, sehingga terpaksa harus pulang pergi sebanyak 4 kali mengangkut penumpang dan barang dari KM Bukit Siguntang yang berlabuh di tengah laut," ujar Bambang Arifin kepada Media Indonesia, Sabtu (14/12).
Baca juga: Tinjau Brexit, Kakorlantas Minta Pemudik tak Paksakan Perjalanan
Sementara itu, para penumpang mengeluhkan lamanya aktivitas bongkar muat. Namun mereka berterima kasih kepada PT Pelni yang menyediakan KM Gandha Nusantara 03 untuk mengangkut para penumpang dan barang di Lembata.
"Memang sangat lama. Situasi juga berbeda, tetapi kita masih bersyukur karena bisa turun di Lewoleba, tidak di luar Lembata. Saya kira PT Pelni perlu diapresiasi atas responsnya pada situasi rumit pascakecelakaan laut ini," kata penumpang KM Bukit Siguntang asal Lembata, Patrisus.(OL-5)
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved