Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BERTEPATAN dengan Hari Anti-Korupsi Sedunia, Ketua RT dan RW se-Cianjur yang tergabung dalam Forum RWRT Cianjur, berkumpul di Alun-alun Sindang Barang Cianjur, Jawa Barta, Senin (9/12).
Dalam kesempatan tersebut, Forum RWRT menyatakan dukungan terhadap Gerakan Anti Korupsi yang dipimpin Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Forum RWRT juga mendaulat Herman sebagai 'Bapak Pemekaran Cianjur Selatan'.
Ketua Forum RWRT, Daseng Dasimi mengatakan, korupsi adalah musuh bersama, Kabupaten Cianjur harus terbebas dari korupsi untuk dapat bersaing dan maju.
Menurut Daseng, salah satu yang menyebabkan kemunduran selama ini adalah prilaku koruptif di semua jenjang pelayanan.
"Jika Cianjur ingin bergerak lebih cepat dalam pembangunan di segala bidang, maka harus berani melawan korupsi," ujar Daseng.
Sebagaimana diketahui bahwa bupati Cianjur sebelumnya yang kini non-aktif Irvan Rivano Muchtar telah divonis Pengadilan Negeri Tipikor Bandung dengan hukuman penjara selama 5 tahun terkait kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan, Cianjur 2018.
Pemekaran Cianjur
Selain persoalan korupsi, hal lain yang dianggap menjadi persoalan mendasar di Cianjur adalah adalah luas wilayah dan jumlah penduduknya yang terlalu besar. Bahkan Cianjur menjadi salah satu kabupaten yang terbesar di Jawa Barat, bahkan di Indonesia.
"Karena itu, sudah sepatutnya Cianjur bagian selatan diberi ruang untuk menjadi Daerah Otonomi Baru" ujar Daseng.
Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) diyakini menjadi satu-satunya solusi agar pelayanan dan distribusinya bisa lebih dirasakan secara lebih cepat dan merata oleh masyarakat. Terutama yang berada di pelosok dan wilayah perbatasan kabupaten yang selama ini masih butuh perhatian bersama.
"Kami melihat kesamaan persepsi mengenai hal ini dengan Pak Haji Herman, dan selama ini beliau telah ikut menyuarakannya," ujar Daseng.
"Karena itu hari ini, kami Pengurus Forum RW dan RT Kecamatan se-wilayah 4 dan 5 mendaulat Pak Haji Herman menjadi Bapak Pemekaran Cianjur Selatan" tutur Daseng.
Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur, Herman mengatakan, "Kesadaran antikorupsi memang harus terus digalakan, agar menjadi budaya masyarakat."
"Hal itu harus dimulai dari lingkungan terkecil, karena itu peran keluarga, RT dan RW menjadi sangat penting," tegas Herman seraya mengapresiasi dukungan dari Forum RWRT pada Gerakan Anti-Korupsi.
Mengenai pemekaran Cianjur Selatan, Herman mengatakan Pemkab Cianjur sejak jauh hari sudah mendukung adanya pemekaran wilayah selatan Cianjur.
Menurut Herman, wilayah Cianjur Selatan sudah layak untuk berdiri sendiri agar memudahkan pembangunan dan meratakan segala program.
"Tidak hanya eksekutif tapi legislatif juga sudah sepakat mendukung pemekaran, karena itu masuk dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan sudah sesuai RPJMD Provinsi, semoga aspirasi tersebut bisa didengar oleh pusat," ujar Herman. (RO/OL-09)
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved