Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KELURAHAN Bausasran, Kota Yogyakarta, Minggu (8/12) siang, mendadak meriah. Pasalnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyempatkan diri blusukan di kelurahan yang dikenal sebagai Kampung Sayur.
Bausasran berjarak sekitar 500 meter dari pusat kota Malioboro. Lewat ibu-ibu PKK, kampung ini menjelma menjadi kampung yang hijau dan dipenuhi aneka sayur mayur, dari bawang merah, sawi, terong ungu hingga aneka cabai.
"Ibu-ibu PKK mulai aktif menanam sayur mayur sekitar 2012. Ada lahan kosong yang kita manfaatkan," terang kata Winaryati, selaku pengelola Kampung Sayur dan anggota PKK di Kota Yogyakarta, Minggu (8/12)
Kegiatan menanam sayur tersebut ternyata digemari warga dan bertahan hingga sekarang. Semangat warga Bausasran menanam sayur inilah membuat kampung ini mendapat julukan kampung sayur sekitar enam bulan yang lalu.
Ia mengatakan, di kampung tersebut ada sekitar seribuan polybag sayur. Sebagian besar dimanfaatkan sendiri oleh warga dan sebagian lainnya dijual.
"Kami di sini ada 16 lorong yang diisi oleh aneka tanaman sayur," kata dia.
Baca juga: Keadilan Sosial Jadi Lokomotif Implementasi Pengamalan Pancasila
Setiap hari warga memanen sayuran tersebut sesuai kebutuhan. Jika dihitung-hitung, dalam sebulan, ibu rumah tangga bisa menghemat 150 ribu karena tidak membeli sayur. Di sisi lain, warga juga diuntungkan karena sayur-mayur yang dihasilkan lebih segar dan sehat karena tanpa pestisida.
Kini, Kampung Sayur semakin dikenal luas. Alhasil, makin banyak warga luar Bausasran ataupun Kota Yogyakarta datang ke Kampung Sayur. Banyak orang yang datang ke Bausasran membeli polybag dan dibawa pulang. Dengan demikian, mereka bisa memanen sayur di rumah.
"Kini menanam sayur tidak hanya untuk hobi dan dinikmati sendiri oleh warga, tetapi juga menjadi media edukasi tentang menanam sayur di perkotaan," jelas dia.
Siang itu, sekitar satu jam YSL melihat sendiri lorong-lorong di Kampung Bausasran banyak ditumbuhi tanaman sayuran. Ia pun mengapresiasi semangat warga yang giat menanam aneka sayuran walau lahan yang dimiliki sangat sempit.
"Saya sangat mengapresiasi atas semangat untuk memecahkan persoalan kehidupan (pangan). Karena saya sudah ke sini, tidak boleh mundur lagi, harus lebih baik," kata dia.
Pada saat itu pula, Mentan berkomitmen memberi bantuan tanaman buah dalam pot (Tabulampot) dan dana untuk membantu warga agar lebih semangat dan produktif. (OL-1)
Para peserta tidak hanya berdiam diri di dalam ruangan kelas, melainkan terjun langsung melakukan produksi konten di berbagai situs ikonik dan heritage di Yogyakarta.
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
CURAH hujan tinggi yang turun beberapa hari ini mengakibatkan tanah ambles dan musala roboh.
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi laporan protes dari orangtua siswa mengeluhkan menu MBG berupa roti selama Ramadan
PENCIPTA lagu Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing meninggal dunia. Kabar duka itu dibenarkan oleh aktivis Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved