Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 58 rumah di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah rusak parah diterjang angin kencang pada Selasa (3/12) Malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dusun Kalianggrung, Desa Tlahab Yaskur mengatakan, sebelum kejadian bencana, wilayahnya diguyur hujan deras disertai angin kecang sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah. Angin bertiup makin kencang menjelang petang, lalu merusak rumah-rumah warga.
''Banyak warga yang ketakutan, sebab saat itu selain hujan yang turun cukup lebat, suara angin itu cukup keras,'' katanya.
Ia menyebutkan, rumah yang rusak akibat terjangan angin kecang tersebut yakni sebanyak 58 rumah. Terdiri dari 43 rumah di Dusun Kalianggrung dan 15 rumah di Dusun Tlahab. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah.
Salah seorang warga Dusun Kalianggrung, Sumarno, mengatakan, cuaca sudah mulai berubah sejak sore. Gumpalan awan hitam pekat mulai menutupi langit dan kemudian ia mulai merasakan hawa dingin. Lalu hujan mulai turun. Beberapa saat kemudian, angin kecang datang langsung memporak porandakan rumah-rumah warga.
''Angin datang dari arah timur, sangat kencang. Hanya beberapa menit saja tapi mengakibatkan kerusakan yang cukup parah,'' tuturnya.
Ia berharap, ada bantuan dari pemerintah, sehingga rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam ini bisa segera diperbaiki.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengaku belum menerima laporan terkait bencana angin di Desa Tlahap tersebut. (OL-11)
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved