Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL musim penghujan, sebanyak 146 rumah terdampak pergerakan tanah, tepatnya di Kampung Babakan, Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Camat Puspahiang, Zalkaf mengatakan dari 146 rumah yang terdampak tanah bergerak, 40 rumah mengalami rusak berat, sedang dan ringan. Kini seluruh warga penghuni 146 rumah telah mengungsi.
Ia menambahkan pergerakan tanah sudah meluas di Desa Pusparahayu. Kejadian pertama, tanah sudah terbelah dengan panjang lima cm dan kedalaman tiga meter. Dampaknya menyebabkan 40 rumah mengalami kerusakan, terutama pada dinding tembok. Sedangkan, petugas relawan di setiap desa tetap berupaya menyosialisasikan agar masyarakat tetap waspada.
"Kami sudah melaporkan kejadian pergerakan tanah itu pada pemerintah. Kini, masih banyak warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG)," ujar Zalkaf.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Effendy mengatakan, hujan deras yang terjadi selama dua hari pada awal Desember menyebabkan 164 rumah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang dalam kondisi terancam akibat tanah bergerak.
baca juga: Inilah UMK Provinsi Jawa Barat Berlaku 1 Januari 2020
"Kami meminta agar masyarakat harus tetap waspada jika terjadi hujan dalam waktu dua jam. Dan harus diwaspadai bersama mengingat hujan turun bisa menyebabkan banjir, longsor. Petugas harus tetap menyosialisasi terutama di daerah rawan bencana agar mencegah korban jiwa," ujar Wawan. (OL-3)
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah selama tiga hari berturut-turut memicu terjadinya pergerakan tanah.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Ada 18 rumah yang kondisinya terancam pergerakan tanah.
RUAS jalan nasional Bagbagan-Kiaradua di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lumpuh total. Pasalnya badan jalan ambles akibat pergerakan tanah
Dari hasil pemantauan, 70 hektare lahan pertanian terdampak, 6 rumah mengalami kerusakan, 65 rumah berada dalam kondisi terancam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved