Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) menarik dua juta obat PCC di Kampung Awilega, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat untuk dibawa ke Jakarta.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman mengatakan, barang bukti berupa obat PCC siap edar dan bahan baku semuanya akan dibawa ke kantor BNN di Jakarta. Sementara, sejumlah mesin produksi dibawa ke rumah penitipan barang sitaan (Rumpasan) Bandung. Untuk penarikan barang-barang tersebut menggunakan kendaraan truk boks.
"Barang bukti berupa obat PCC siap edar yang jumlahnya 2 juta, bahan baku siap produksi, bahan baku kimia bertuliskan Made In China di dalam karung yang didapatkan dari luar negeri telah dimasukkan dalam truk boks. Sedangkan untuk 7 alat mesin cetakan obat berlogo, oven (pemanas), mesin mixing, alat press, packing, kompesor dan 4 unit kendaraan itu dibawa ke Bandung," kata Tuteng, Kamis (28/11/2019).
baca juga: Cegah Rentenir, BumDes Cisayong Buka Usaha Simpan Pinjam
Sedangkan lokasi pabrik disterilkan dan dikembalikan ke pemilik lahan. Adapun mesin pembuatan sumpit yang ada di rumah kontrakan tidak ikut dibawa karena tidak terkait produksi narkotika. (OL-3)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved