Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI puncak musim hujan pada November 2019-Januari 2020, petani di kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, harus mewaspadai serangan hama penyakit. Pasalnya pada musim penghujan kemungkinan terjadi kelembaban sangat tinggi, sehingga populasi berbagai jenis hama meningkat dari biasanya.
Pada lahan sawah yang memiliki irigasi teknis misalnya, serangan hama penyakit dan jamur sangat rawan menyerang. Itu disebabkan aliran air dari saluran irigasi cukup aktif ditambah guyuran hujan yang membasahi batang padi dari atas. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasballah, mengimbau kepada petani supaya lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan buruk.
baca juga: Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Rokan Hulu
"Jangan sampai terjadi kelalaian sehingga gagal produksi hasil pertanian. Petani harus benar-benar mengatur kondisi air. Di lokasi pengairan irigasi teknis jumlah air sering lebih memadai. Karena itu petani harus menjaga jangan terlalu melimpah dan ditambah lagi oleh guyuran hujan. Kalau kelembaban sangat tinggi, akan melahirkan hama penyakit dan jamur," ujarnya, Rabu (27/11/2019).
Ia juga menyarankan petani tidak menggunakan varietas benih yang belum teruji tahan hama penyakit. (OL-3)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
HUJAN yang terus mengguyur membuat persemaian padi siap tanam membusuk di Kabupaten Indramayu. Petani pun terpaksa melakukan persemaian ulang dan musim tanam dipastikan mundur.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved